Berita

Azis Samual Dan Titiek Soeharto/Net

Politik

Kader Golkar Diimbau Tidak Permalukan Ketua Umum

SELASA, 14 MARET 2017 | 15:24 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Semua fungsionaris DPP Partai Golkar diimbau untuk menjaga kehormatan partai dalam menyikapi kasus dugaan korupsi e-KTP.

Imbauan itu sebagaimana disampaikan Ketua Bappilu Golkar Wilayah Timur‎ Azis Samual dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi, Selasa (14/3).

Aziz meminta, semua fungsionaris tidak mengumbar pernyataan ke publik dengan tujuan mempermalukan kepemimpinan Golkar.


"Apabila ada persoalan yang dipandang merupakan domaim internal Partai Golkar, maka hal tersebut seharusnya dibahas dalam rapat internal partai," ucapnya.

Secara khusus, Azis menyoroti pernyataan Yorrys Raweyai beberapa hari lalu yang sedikit memojokkan Ketua Umum Golkar Setya Novanto atas kasus e-KTP.

Menurutnya, Yorrys ‎tak berhak bicara seperti itu. Apalagi, pernyataan Yorrys cenderung membuat suasana internal partai menjadi gaduh.

"Pernyataan Yorrys Raweyai yang telah secara luas menyebar di media, adalah pernyataan pribadi. Itu bukan sikap partai. Karena itu, pernyataan tersebut cenderung provokatif dan bersifat prasangka negatif mengingat belum ada pembuktian hukum di pengadilan," ucapnya.

Dari aspek etika dan peraturan kepartaian, lanjutnya, pernyataan Yorrys dianggap melanggar norma PDLT khususnya pada poin mengenai loyalitas.

"Untuk itu, DPP Golkar agar segera memanggil Yorrys untuk mengklarifikasi pernyataannya mengenai Ketum Partai Golkar Setya Novanto," lanjutnya.

Untuk masyarakat umum, Azis ‎meminta tidak melakukan vonis dulu. Publik ‎sebaiknya bersikap elegan dengan menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

"Mari kita bersama hormati proses pengadilan yang sedang berjalan di pengadilan Tipikor, sampai tiba pada keputusan hukum yang bersifat tetap (inchracht). Negara kita adalah negara hukum yang menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah (presumption of inocence)," tandasnya. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Tiga Tahun UU TPKS: DPR Soroti Masalah Penegakan Hukum dan Temuan Kasus di Lapas

Kamis, 15 Januari 2026 | 12:08

Komisi III DPR Mulai Bahas RUU Perampasan Aset Tindak Pidana

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:48

Utang Luar Negeri Indonesia Kompak Menurun

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:34

Giliran Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono Diperiksa KPK di Kasus OTT Bupati Bekasi

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:19

Muncul Tudingan Pandji Antek Asing di Balik Kegaduhan Mens Rea

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:04

Emas Antam Naik Terus, Tembus Rp2,67 Juta per Gram!

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:54

KPK Tak Segan Tetapkan Heri Sudarmanto Tersangka TPPU

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:43

TAUD Dampingi Aktivis Lingkungan Laporkan Dugaan Teror ke Bareskrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:28

Istana Ungkap Pertemuan Prabowo dan Ribuan Guru Besar Berlangsung Tertutup

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:27

Update Bursa: BEI Gembok Saham Tiga Saham Ini Akibat Lonjakan Harga

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:17

Selengkapnya