Berita

PT Freeport Indonesia/Net

Politik

Ketimbang Tunggu Itikad Baik Freeport, Pemerintah Disarankan Bangun Smelter Mandiri

SELASA, 14 MARET 2017 | 08:10 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pemerintah sebaiknya membangun smelter secara mandiri, ketimbang harus menunggu itikad baik dari PT Freeport Indonesia (PTFI).

Begitu kata Direktur Eksekutif Center off Energy and Resources Indonesia (CERI) Yusri Usman yang mendesak pemerintah untuk segera bersikap atas polemik status kontrak karya (PTFI).

Menurut Yusri, modal pembangunan smelter bisa dihimpun dari konsorsium BUMN di bidang tambang dan dana pensiunan. Ia memperkirakan dana pembuatan smelter hanya sekitar 2,5 miliar dolar AS.
 

 
"Saya melihat ini adalah langkah yang paling mungkin untuk menjaga lebih besar lagi kerugian bagi bangsa kita. Jadi kita tidak selalu ribut lagi sama Freeport dan PT Aman Mineral Sumbawa (ex Newmont) dia mau bangun atau tidak, tetapi semua hasil tambang berupa konsentrat atau bulion emas masuk smelter kita," ujarnya dalam diskusi publik bertema 'Maju Terus Pantang Mundur Implementasi UU Minerba Untuk Kepentingan Bangsa dan Negara' di Jakarta, Senin (13/3).
 
Dijelaskan Yusri bahwa pembangunan smelter oleh BUMN ini bisa menampung hasil tambang dari perusahaan tambang asing dan nasional yang tidak mempunyai smelter.

“Pendapatan negara akan bertambah serta menguntungkan industri dalam negeri yang memberikan efek berganda bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” terangnya.

Tidak hanya itu, pembangunan smelter milik negara juga bisa mengetahui hasil kandungan mineral berharga yang sebenarnya ditambang oleh Freeport, Newmont, maupun perusahaan tambang asing lainnya.

Apalagi perusahaan tambang seperti Freeport selama ini kerap menyembunyikan jumlah riil kandungan emas, perak, tembaga, dan mineral berharga lainnya yang telah digali hampir 50 tahun. Mereka berdalih tidak bisa membangun smelter karena alasan ekonomis dan bukan bidang keahlian mereka.
 
"Kalau kita tunggu mereka akan bangun smelter, maka saya yakin tidak akan pernah akan dibangun. Ini semua akan membuka berapa sih prosentasi emas, perak, dan tembaga dan minerla berharga lainnya dari setiap ton konsentrat yang dihasilkan dari bumi kita baik dari Freeport maupun maupun tambang lain," tegas Yusri. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Tiga Tahun UU TPKS: DPR Soroti Masalah Penegakan Hukum dan Temuan Kasus di Lapas

Kamis, 15 Januari 2026 | 12:08

Komisi III DPR Mulai Bahas RUU Perampasan Aset Tindak Pidana

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:48

Utang Luar Negeri Indonesia Kompak Menurun

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:34

Giliran Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono Diperiksa KPK di Kasus OTT Bupati Bekasi

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:19

Muncul Tudingan Pandji Antek Asing di Balik Kegaduhan Mens Rea

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:04

Emas Antam Naik Terus, Tembus Rp2,67 Juta per Gram!

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:54

KPK Tak Segan Tetapkan Heri Sudarmanto Tersangka TPPU

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:43

TAUD Dampingi Aktivis Lingkungan Laporkan Dugaan Teror ke Bareskrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:28

Istana Ungkap Pertemuan Prabowo dan Ribuan Guru Besar Berlangsung Tertutup

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:27

Update Bursa: BEI Gembok Saham Tiga Saham Ini Akibat Lonjakan Harga

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:17

Selengkapnya