Berita

Ahmad Doli Kurnia/Net

Politik

Publik Tunggu Keberanian KPK Tuntaskan Korupsi E-KTP

SENIN, 13 MARET 2017 | 11:17 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak takut apalagi mundur dalam menghadapi bantahan para pimpinan dan anggota DPR yang namanya disebut dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terkait kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP.

Begitu kata politisi muda Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi, Senin (13/3).

Menurutnya, KPK yang selama ini diberikan kewenangan yang cukup besar, telah berhasil membuktikan kepercayaan yang besar dari masyarakat dalam mengungkap kasus korupsi.


"Hampir tidak adanya oknum yang lolos dari jeratan KPK sejauh ini, menunjukkan bahwa penetapan seseorang yang dinyatakan terlibat di dalam sebuah kasus korupsi telah melalui proses pembuktian yang sangat akurat dan kuat," ujarnya.

Sehingga, saat KPK berhadapan secara terbuka dengan nama-nama besar seperti yang telah disebutkan JPU dalam dakwaan e-KTP, KPK memiliki kesempatan untuk naik kelas ke level yang lebih tinggi dan mendapatkan kepercayaan yang lebih luas lagi dari rakyat.

"Inilah kesempatan KPK untuk menunjukkan bukan sebagai alat dari kekuasaan dan bebas dari intervensi kekuatan politik. Apalagi presiden sudah menyatakan bahwa skandal e-KTP ini harus diselesaikan secara tuntas, sekalipun dari nama yang disebut-sebut itu ada juga yang disinyalir sangat dekat dengan presiden," sambung mantan Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) itu.

"Saya pun meyakini publik pasti juga menunggu keberanian dan kemampuan KPK kali ini untuk menuntaskan megaskandal korupsi ini, termasuk berikutnya mega skandal lainnya seperti Century dan BLBI. Kita semua dukung KPK untuk bekerja independen, transparan, dan profesional demi Indonesia yang bersih dan bebas korupsi," pungkasnya.

Adapun nama-nama yang disebut dalam dakwaan JPU terkait kasus e-KTP antara lain Ketua DPR RI Setya Novanto, manta Ketua DPR Marzuki Alie, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Gubernur Sulut Olly Dondokambey, dan sejumlah nama anggota Komisi II DPR periode 2009-2014. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Tiga Tahun UU TPKS: DPR Soroti Masalah Penegakan Hukum dan Temuan Kasus di Lapas

Kamis, 15 Januari 2026 | 12:08

Komisi III DPR Mulai Bahas RUU Perampasan Aset Tindak Pidana

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:48

Utang Luar Negeri Indonesia Kompak Menurun

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:34

Giliran Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono Diperiksa KPK di Kasus OTT Bupati Bekasi

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:19

Muncul Tudingan Pandji Antek Asing di Balik Kegaduhan Mens Rea

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:04

Emas Antam Naik Terus, Tembus Rp2,67 Juta per Gram!

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:54

KPK Tak Segan Tetapkan Heri Sudarmanto Tersangka TPPU

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:43

TAUD Dampingi Aktivis Lingkungan Laporkan Dugaan Teror ke Bareskrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:28

Istana Ungkap Pertemuan Prabowo dan Ribuan Guru Besar Berlangsung Tertutup

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:27

Update Bursa: BEI Gembok Saham Tiga Saham Ini Akibat Lonjakan Harga

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:17

Selengkapnya