Berita

Nusantara

Calon Gubernur Kaltim Harus Tegak Lurus Dengan Arahan Presiden

MINGGU, 12 MARET 2017 | 22:42 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Selain komoditas mineral dan batubara (minerba), Provinsi Kalimantan Timur juga harus meningkatkan sektor alternatif sebagai penggerak roda ekonomi baru. Terlebih, saat ini harga minerba di tingkat global menurun dan berdampak pada perekonomian Kaltim.

Hal itu sebagaimana ditegaskan Presiden Jokowi saat memimpin Ratas Evaluasi Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional dan Program Prioritas di Provinsi Kaltim di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (9/3).

“Saya ingin kita memanfaatkan kondisi ini sebagai momentum untuk melakukan langkah-langkah pengembangan sektor-sektor unggulan alternatif di luar sektor pertambangan. Mulai dari sektor pertanian, perkebunan, perikanan maupun sektor industri pengolahan,” ujar Presiden.


Pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Siek Tirto Soeseno menilai arahan dari Presiden Jokowi tersebut sudah tepat.

“Keputusan yang diambil Bapak Presiden Jokowi untuk juga menggalakkan sektor lain seperti pertanian, perkebunan dan perikanan, harus segera dijalankan demi terwujudnya pemerataan pembangunan dan perekonomian di Kalimantan Timur,” ujar Tirto saat dihubungi, Minggu (12/3).

Menariknya, menurut Tirto, saat ini Provinsi Kalimantan Timur sedang menghadapi perhelatan pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018. Sehingga, masyarakat Kaltim harus jeli dalam memilih calon gubernur Kaltim berikutnya.

“Gubernur Kaltim saat ini, Awang Faroek Ishak, sudah tidak bisa mencalonkan kembali. Maka Kaltim sudah pasti akan dipimpin oleh gubernur baru. Nah, gubernur Kaltim ke depan harus tegak lurus dengan Bapak Presiden Jokowi sehingga mampu menjalankan seperti yang diamanatkan presiden demi terciptanya pemerataan pembangunan dan ekonomi di Kaltim,” papar Tirto.

Seperti diketahui, sejumlah nama sudah meramaikan bursa Pilgub Kaltim. Di antaranya, Rita Widyasari,  Syaharie Jaang, Mukmin Faisyal, Farid Wadjdy, Rizal Effendi, Yusran Aspar, Hadi Mulyadi dan Isran Noor. Sejumlah nama besar tersebut memang dikenal sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Kalimantan Timur.

“Namun, masyarakat Kaltim jangan hanya melihat nama besar, tapi juga harus melihat kapasitas, integritas, kapabilitas dan memiliki leadership yang matang, terhadap sosok yang kelak akan dipilihnya. Karena, sosok tersebut akan memimpin Kaltim selama lima tahun ke depan. Dan ini saatnya Kaltim berbenah sesegera mungkin, seperti yang diharapkan Presiden Jokowi,” pungkasnya. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Tiga Tahun UU TPKS: DPR Soroti Masalah Penegakan Hukum dan Temuan Kasus di Lapas

Kamis, 15 Januari 2026 | 12:08

Komisi III DPR Mulai Bahas RUU Perampasan Aset Tindak Pidana

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:48

Utang Luar Negeri Indonesia Kompak Menurun

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:34

Giliran Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono Diperiksa KPK di Kasus OTT Bupati Bekasi

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:19

Muncul Tudingan Pandji Antek Asing di Balik Kegaduhan Mens Rea

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:04

Emas Antam Naik Terus, Tembus Rp2,67 Juta per Gram!

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:54

KPK Tak Segan Tetapkan Heri Sudarmanto Tersangka TPPU

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:43

TAUD Dampingi Aktivis Lingkungan Laporkan Dugaan Teror ke Bareskrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:28

Istana Ungkap Pertemuan Prabowo dan Ribuan Guru Besar Berlangsung Tertutup

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:27

Update Bursa: BEI Gembok Saham Tiga Saham Ini Akibat Lonjakan Harga

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:17

Selengkapnya