Berita

Politik

Disebut Memprihatinkan, Ini Jawaban DPD RI

RABU, 08 MARET 2017 | 09:06 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pandangan pakar hukum tata negara Saldi Isra mengenai kondisi DPD RI merupakan pandangan positif sebagai pakar yang mengamati dari luar. Namun kondisi objektif internal tentu berbeda dengan anggota DPD sendiri yang mengalami langsung masalahnya.

Begitu kata anggota DPD RI AM Fatwa menanggapi pernyataan Saldi Isra yang menyebut kondisi DPD memprihatinkan, dimana kewenangan yang dimiliki terbatas tapi tetap terjadi polemik hingga cakar-cakaran.

"Hemat saya, pemicu pokoknya itu adalah keresahan anggota DPD yang dengan kewenangan terbatas dan harapan amandemen UUD 1945 sebagai pintu masuk memperkuat wewenang tidak kunjung terwujud. Malah untuk waktu dekat ini sepertinya tidak mungkin terjadi dengan kondisi politik sekarang ini, karena Presiden Jokowi pasti tidak ingin terganggu pemerintahannya," ujarnya.


"Padahal amandemen pasti dibarengi dengan hiruk-pikuk politik. Di depan presiden saat Konsultasi DPD RI, telah saya kemukakan bahwa jadi tidaknya amandemen, jangkar politiknya ada di Istana," sambung Fatwa.

Kondisi politik tersebut diperparah dan dipicu pula oleh gaya dan perilaku kepemimpinan DPD selama ini, yang tidak menggambarkan kepemimpinan parlemen, tapi lebih semacam pimpinan perusahaan. Putusan MK yang sedikit mengangkat martabat DPD dalam proses legislasi di DPR juga tidak diindahkan oleh DPR sendiri, alias DPD tidak dianggap oleh DPR.

Untuk mempermudah komunikasi dengan DPR, Fatwa sudah menyarankan agar setiap anggota DPD punya orientasi yang jelas dengan partai-partai politik yang ada di DPR.

"Tapi maksud saya hanya sebatas anggota atau maksimal dalam dewan pembina/penasehat/kehormatan bukan dalam aktivitas harian atau pengurus harian. Dan sebaiknya tidak semacam ‘bedol desa’ secara berkelompok masuk ke partai tertentu, meski hal itu tidak dilarang UU," sambungnya.

"Saya berpendapat bahwa dalam perjuangan politik itu diperlukan kesabaran politik dengan memperhitungkan segala kondisi, dan yang terpenting adalah konsistensi serta punya akhlak politik negarawanan," pungkasnya.

Sebelumnya, Saldi Isra menilai, kondisi DPD saat ini memprihatinkan. Pasalnya, DPD yang semestinya menjalankan fungsi perwakilan daerah justru terjebak pada konflik internal.

Kondiso ini diperparah dengan intervensi partai politik di DPD dengan berbondong-bondongnya sebagian anggota DPD menjadi kader Partai Hanura.

Padahal, fungsi perwakilan yang dihadirkan DPD bukan merepresentasikan parpol, tetapi wilayah karena harus menghasilkan perspektif nasional dalam membangun Indonesia.

"Yang memprihatinkan sekarang kondisi internal DPD. Kewenangannya terbatas tapi internalnya cakar-cakaran. Ini bahaya buat DPD dan akhirnya orang juga kecewa," ujarnya dalam sebuah diskusi di Jakarta, Selasa (7/3). [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Prabowo Bidik Produksi Sedan Listrik Nasional Mulai 2028

Kamis, 09 April 2026 | 16:15

Program Magang Nasional Tidak Tersentuh Efisiensi

Kamis, 09 April 2026 | 15:56

BGN Siap-siap Dicecar DPR soal Pengadaan Motor Listrik MBG

Kamis, 09 April 2026 | 15:41

Gedung Kementerian PU Mendadak Digeledah Kejati DKI

Kamis, 09 April 2026 | 15:33

Gibran Dukung Hakim Ad Hoc di Persidangan Andrie Yunus

Kamis, 09 April 2026 | 15:21

Purbaya Sebut World Bank Salah Hitung soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:19

Prabowo Dorong VKTR Jadi National Champion Industri Otomotif RI

Kamis, 09 April 2026 | 15:08

Jalan Merangkak Demokrasi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:01

Gibran Ajak Deddy Sitorus Sama-sama Berkantor di IKN

Kamis, 09 April 2026 | 14:37

Susun RUU Ketenagakerjaan, Kemnaker Serap Aspirasi 800 Serikat Buruh

Kamis, 09 April 2026 | 14:30

Selengkapnya