Berita

Politik

Sambut Raja Salman, Keengganan Jokowi Undang Tokoh 212 Bukti Tak Ingin Redakan Ketegangan

SABTU, 04 MARET 2017 | 09:40 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Presiden Joko Widodo sama sekali tidak mengundang para pentolan gerakan Aksi Bela Islam dalam pertemuan dengan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud. Sikap Presiden tersebut dipertanyakan.

"Jokowi kampanyekan aksi 212 daya tarik investasi, bahkan dia hadir dalam aksi itu. Tapi penggeraknya tidak ia undang bertemu king Salman," ungkap politikus Demokrat, Andi Arief, dikutip dari akun Twitter-nya.

"Jokowi tidak mengundang penggerak aksi 212, itu artinya memang tidak berniat meredakan ketegangan yang sudah terjadi," sambungnya.


Karena itu menurutnya, Raja Salman disambut eforia palsu. Karena yang sedang laten adalah ketegangan yang sudah kadung terjadi soal keadilan buat umat Islam.

"Cara Jokowi perlakukan King Salman sangat baik, tapi tidak berbanding lurus menjawab ketidakadilan yang kini jadi tuntutan Islam Indonesia," ungkap mantan aktivis pergerakan ini.

"Menurut saya pesan terpenting momentum kehadiran King Salman adalah isi spanduk Ibu-ibu yang meminta Jokowi adil terhadap umat muslim," tandasnya.

Sebelumnya sejumlah ibu-ibu membentangkan spanduk saat menyambut kedatangan Raja Salman ke Istana Kepresidenan di Bogor. Spanduk tersebut bertuliskan Bahasa Arab. Artinya.

"Selamat Datang Wahai Raja Salman. Beri tahu presiden kami, Jokowi, agar peduli dengan urusan umat Islam di Indonesia dan menjadi pemimpin yang adil dan amanah."

Raja Salman dua kali menggelar pertemuan dengan sejumlah tokoh. Pertama di Istana Merdeka Jakarta bersama para tokoh Islam pada Kamis (2/3) dan di hotel Raffles pada Jumat (3/3) dengan tokoh lintas agama.

Dalam kedua pertemuan yang dihadiri Presiden Jokowi tersebut tak ada tokoh-tokoh aksi 212, seperti Habib Rizieq dan Bachtiar Nasir. [zul]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya