Juara IBO Asia Pasifik, Daud Yordan akan naik ring lagi di OCBC Arena Singapura pada 25 Maret mendatang.
Cino-julukan Daud ditantang petinju asal Thailand, Campee Phayom dalam duel tanpa memÂperebutkan gelar. Meski begitu, Daud merasa tetap harus menunÂjukkan penampilan terbaiknya.
"Saya menjanjikan kemenangan KO dalam pertandingan nanti. Pertarungan nanti akan menjadi pemanasan laga saya di Singapura," katanya dalam keterangan tertulis kepada awak media.
Laga melawan Phayom nanti merupakan kali keempat baÂgi Daud tampil di Singapura. Dalam tiga penampilan sebelÂumnya, petinju berusia 30 taÂhun tersebut selalu menang. Dua kemenangan KO dihasilÂkan dari Ekawit Sithsorwor (Thailand/2007) dan Lorenzo Villanueva (Filipina/2012), seÂdangkan satu kemenangan angka atas petinju asal Mongolia, Choi Tseveenpurev, juga pada 2012. "Kemenangan atas Villanueva adalah yang paling berkesan, karena selain menang KO saya juga berhasil merebut gelar juara dunia kelas bulu versi IBO. Status sebagai Raja KO di Singapura itulah yang ingin saya pertahankan, demi membuat publik terkesan," ujar pemilik rekor 36-3-0 (24 KO).
Mengenai Phayom, Daud menÂgaku sudah mempelajari teknik lawannya yang masih berusia 19 tahun tersebut. Menurut Daud, gaya bertinju Phayom sedikit berbeda dengan kebanyakan petinju Thailand yang pernah dia hadapi. "Calon lawan saya nanti tidak slugger seperti kebanyaÂkan petinju Thailand. Dia tidak hanya maju menyerang, namun juga lincah bergerak. Saya harus pandai-pandai mengantisipasi gerakannya jika ingin mencetak kemenangan KO," terangnya.
Guna menghadapi laga di Singapura tersebut, Daud berÂlatih di Sasana Mirah Bali di bawah arahan pelatih Craig Christian. Laga Daud vs Phayom merupakan bagian dari pergeÂlaran tinju
The Battle of The Champions: Road to Glory yang dipromotori Cartel International Promotions, bekerja sama denÂgan Mahkota Promotions sebaÂgai promotor Daud.
Selain Daud vs Phayom, pertandingan nanti juga meÂnampilkan perebutan gelar kelas welter (66,6 kg) WBC Silver antara Charles Manyuchi (Zimbabwe) sebagai juara bertahan, melawan Quadratillo Abduqaxorov dari Uzbekistan. ***