Berita

Paulo Sousa/Net

Olahraga

Modal Tipis La Viola

Fiorentina vs Borussia Moenchengladbach
KAMIS, 23 FEBRUARI 2017 | 09:52 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Fiorentina akan mem­pertahankan keunggu­lan mereka atas Borussia Monchengladbach saat ben­trok pada leg kedua babak 32 Liga Eropa di Artemio Franchi, Jumat (24/2).

La Viola-julukan tuan ru­mah punya modal di leg per­tama dengan mengantongi kemenangan tandang berkat gol tunggal dari tendangan bebas Filippo Bernardeschi di penghujung babak pertama.

Tapi Filippo cs mesti bek­erja keras, karena Senin dini­hari lalu menelan kekalahan pahit dari AC Milan dengan skor 2-1.


Meski kalah, pelatih Fiorentina Paulo Sousa meng­kalim, kini timnya bermain jauh lebih baik. La Viola menunjukkan sepakbola yang indah dan lebih supe­rior. "Kami harus bermain superior di kandang mela­wan Moenchengladbach. Para pemain kami menunjukkan sepakbola yang bagus. Tim kami akan menekan, ber­lari, menciptakan peluang," jelasnya.

Kondisi serupa dialami Monchengladbach yang juga baru mengalami kekalahan dari tim promosi Bundesliga, RB Leipzig dengan skor 2-1 pada hari Minggu kemarin.

Meski demikian, Fiorentina mesti waspada. Sekalipun ka­lah di leg pertama, peringkat ke-11 klasemen sementara Bundesliga itu, terbukti men­dominasi jalannya laga dengan penguasaan bola sebesar 58 persen.

Tentunya dengan kekalahan hanya satu gol itu anak-anak asuh Dieter Hecking berharap dapat mengejar ketertinggalan di Stadio Artemio Franchi. Bagi Fiorentina laga ini sangat penting mempertahankan tiket lolos ke babak selanjutnya.

Fiorentina hanya pernah kalah sekali dalam lima per­temuan kandang menghadapi tim-tim asal Jerman, dengan catatan dua kemenangan, dua hasil imbang dan sekali ka­lah.

Sedangkan Gladbach hanya mampu menang dua kali, im­bang dua kali dan kalah seban­yak tiga kali di Italia. Empat laga tandang yang dimainkan Gladbach di kompetisi Eropa sejauh musim ini harus bera­khir dengan dua kemenangan dan dua kekalahan.

Dalam fase babak grup, Fiorentina menghantam tiang gawang sebanyak lima kali, kegagalan terbanyak dari tim-tim lain. ***

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Miris! Hafalan Al-Qur’an Jadi Bahan Permainan

Kamis, 13 Agustus 2026 | 02:11

OJK Dukung Pemprov DKI Terbitkan Obligasi Daerah

Kamis, 13 Agustus 2026 | 02:00

Jangan Main Hakim Sendiri terkait Kasus Hafalan Al-Qur'an Berhadiah Miras

Kamis, 13 Agustus 2026 | 01:48

Dua ASN Ditjen Pajak Jadi Tersangka Korupsi PT TPL

Kamis, 13 Agustus 2026 | 01:23

Tak Ditemukan Luka Luar di Jenazah Sutrimo

Kamis, 13 Agustus 2026 | 01:06

Pemprov DKI Pastikan Miliki Kapasitas Keuangan Terbitkan Obligasi

Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:26

Walkot Jakut Imbau Masyarakat Tetap Tenang soal Kasus Promosi Miras di Ancol

Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:19

Kemendag Perluas Akses Pasar Produk UMKM dengan Libatkan Ritel Modern

Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:02

Furikake dan Tantangan Pangan Bergizi: Jangan Berhenti pada Produknya

Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:51

Utang Pemerintah Tembus Rp10.000 Triliun

Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:41

Selengkapnya