Berita

Teguh Santosa/Net

Dunia

Siapa Yang Membunuh Kim Jong-nam?

SENIN, 20 FEBRUARI 2017 | 08:15 WIB | OLEH: DR. TEGUH SANTOSA

BERIKUT adalah jawaban saya atas pertanyaan seputar pem­bunuhan seorang pria yang disebut bernama Kim Jong-nam berkewarganegaraan Republik Rakyat Demokratik Korea atau Korea Utara oleh dua wanita yg disebutkan memegang paspor Indonesia dan Vietnam di KLIA, Malaysia.

Saya tidak bisa menjawab pas­ti. Hal-hal yang saya sampaikan berikut berdasarkan pemahaman umum saya terhadap situasi mutakhir di Semenanjung Korea dan interaksi saya dengan pihak-pihak yang memiliki kaitan langsung atau tidak dengan situasi mutakhir di Semenanjung Korea itu.

Teori motif



Ada tiga kemungkinan motif di balik perisitiwa ini.

Pertama, ini adalah peristiwa kriminal biasa, mengingat profil Kim Jong-nam yang dalam ber­bagai pemberitaan media dalam dan luar negeri disebutkan seba­gai pria yang gemar bertualang (sering dgn paspor palsu), gemar main perempuan, gemar berjudi, sering bikin kisruh.

Tingkat validitas teori ini kuat.

Kedua, teori pembunuhan politik varian A, yang master mind nya adalah pihak Korea Utara untuk menyingkirkan Kim Jong-nam yg digambarkan sebagai pemberontak dan berpo­tensi mengganggu dan merebut kekuasaan dari Kim Jong-un.

Tingkat validitas teori ini lemah. Kelemahan utamanya terletak pada keterlibatan dua wanita non-Korut sebagai ekse­kutor. Pihak Korut sangat tertu­tup dan sulit melibatkan pihak lain (tidak percaya) apalagi untuk operasi seperti ini.

Ketiga, teori pembunuhan politik varian B, yang master mind-nya adalah pihak-pihak lain di luar Korut, atau secara sederhana kita sebut pihak-pihak yang ingin menyudutkan Korut.

Tingkat validitas teori ini sangat kuat. Ada kemungkinan kedua eksekutor adalah bagian dari operasi, atau bisa juga di­arahkan dan didisain sehingga melakukan pembunuhan. Lokasi pembunuhan di KLIA yg super padat juga memperkuat teori ini, karena tujuannya adalah utk blow up kasus. Apalagi modus pembunuhan yang digambarkan dalam berbagai pemberitaan terlalu dramatis.

Siapa Kim Jong-nam


Nama Kim Jong-nam tidak asing bagi pemerhati dinamika Semenanjung Korea. Muncul secara massif pertama kali set­elah kematian Kim Jong-il pada Desember 2011.

Identitas misteriusnya tidak lagi misterius, sudah diumbar banyak media. Apakah itu benar atau tidak, saya tidak bisa kata­kan apapun.

Bagaimana posisi Korea Utara terhadap Kim Jong-nam yang ini?

Bagi Korea Utara, sejauh ini, Kim Jong-nam dan his secret identity adalah fantasi lain yang dikembangkan musuh-musuh mereka.

Demikian jawaban saya. Ter­ima kasih. [***]


Penulis adalah dosen Hubungan Interna­sional UIN Syarif Hidayatullah dan Sekjen Perhimpunan Persa­habatan Indonesia-Korea. 

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

KPK Panggil Pejabat Perum Bulog di Kasus Korupsi Penyaluran Bansos Beras

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:27

DPR Terima Masukan Buruh untuk RUU Ketenagakerjaan, FSP BUMN Bersatu Ikut Hadir

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:22

GOTO Bantah Didepak MSCI karena Kinerja, Sebut Keputusan Bersifat Teknis

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:17

Bos Narkoba Kampung Bahari Ditangkap Saat Penggerebekan

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:11

KPK Periksa Ketua DPD PAN Jakut Bebizie Sri Mulyati di Kasus Rita Widyasari

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:05

Penangguhan Bansos Pelaku Judol Harus Beri Efek Jera

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:33

Calon Hakim Agung Hari Sih Advianto Tawarkan Desain Baru Hukum Pajak

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:28

Pemberdayaan Perempuan Lewat MBG Perkuat Kesejahteraan Keluarga

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:24

Ini Alasan MSCI Depak GOTO dari Indeks

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:20

Bantah Kejar Pajak Kontrakan, Purbaya: Nggak Ada Perintah Itu

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:17

Selengkapnya