Berita

Buya Hamka

Politik

Putra Buya Hamka: Perlakuan Ahok Ke Kiai Ma'ruf Serangan Terhadap Umat Islam

KAMIS, 02 FEBRUARI 2017 | 15:34 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Menyembunyikan identitas, berafiliasi dengan salah satu pasangan calon, bahkan saksi palsu merupakan tuduhan serius, fitnah keji, dan serangan terhadap kehormatan dan kedudukan KH. Ma’ruf Amin, Ketua Umum MUI yang juga Rais Aam PBNU, serta pemimpin dan panutan umat Islam Indonesia.

Demikian disampaikan Ketua Pusat Studi Buya Hamka (PSBH) Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (Uhamka), Afif Hamka, dalam keterangan pers siang ini.

Dia juga mengatakan tuduhan yang disampaikan Terdakwa kasus penistaan agama Basuki T. Purnama dan pengacaranya dalam persidangan pada Selasa kemarin tersebut juga sekaligus sebagai bentuk kebencian dan serangan terhadap umat Islam serta ancaman terhadap kerukunan hidup antar umat beragama.


Karena itu, Afif menjelaskan, permintaan maaf yang disampaikan Ahok dapat diterima. Tetapi tidak dapat menghentikan upaya hukum terhadap tindakan penghinaan, tuduhan berbohong, yang telah disampaikan dalam persidangan. Terutama soal dugaan adanya penyadapan pembicaraan telepon Maruf Amin dan mantan Presiden SBY.

"Sebab jika tindakan itu adalah penyadapan, maka merupakan kejahatan serius dan melawan hukum (UU ITE) serta berdampak menimbulkan keresahan dalam masyarakat," ungkap putra almarhum Buya Hamka, yang dikenal sebagai tokoh Muhammadiyah, Ketua Umum MUI I, dan ulama besar tersebut.

Selain itu, Afif juga meminta Kompolnas dan Komisi III DPR dan Komisi I DPR sesuai kewenangan masing- masing untuk mengawasi proses hukum yang berlangsung dan menjamin adanya objektivitas, profesionalitas, dan keadilan aparat Kepolisian dalam pelaksanaan tugas terkait kasus penistaan agama ataupun kejadian dalam persidangan pada Selasa kemarin.

"Kepada seluruh umat Islam agar senantiasa menjaga ukhuwah islamiyah, selalu bertindak sesuai hukum dan menjaga kerukunan hidup antar umat beragama, serta senantiasa menjaga dan melindungi kehormatan dan kedudukan mulia para alim-ulama sebagai tokoh dan panutan umat Islam," tandasnya.[zul]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

PKS Minta Pemerintah Fokus Reformasi Kebencanaan, Bukan Merger Besar-Besaran

Kamis, 10 September 2026 | 10:25

Minyak Dunia Kembali Membara, Rupiah Tertekan ke Rp17.528 per Dolar AS

Kamis, 10 September 2026 | 10:10

Prabowo Bicara Masa Depan RI: 2050 Jadi Kekuatan Besar Dunia

Kamis, 10 September 2026 | 10:06

Usai Tiga Hari Ambruk, Harga Emas Antam Kembali Naik

Kamis, 10 September 2026 | 09:57

KPK Bidik Pemilik PT CMC dan Cara Dapat Proyek di Bengkulu

Kamis, 10 September 2026 | 09:39

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Imparsial: Status Tak Boleh Beri Jalur Hukum Khusus

Kamis, 10 September 2026 | 09:38

IHSG Dibuka Hijau, Investor Cermati Sentimen Global

Kamis, 10 September 2026 | 09:31

Mentan Amran Berduka, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 | 09:18

Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan dalam Demokrasi

Kamis, 10 September 2026 | 09:11

Bupati Lahat: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 10 September 2026 | 09:04

Selengkapnya