Berita

Ilustrasi/Net

Olahraga

Resmi, Mizuno Jadi Sponsor Apparel Madura United

KAMIS, 26 JANUARI 2017 | 12:43 WIB | LAPORAN:

Madura United FC resmi mengenakan salah satu internasional top brand, asal Jepang Mizuno sebagai apparel jersey mereka pada kompetisi musim 2017.

Madura United resmi menandatangani kontrak kerjasama dengan Mizuno di salah satu hotel bintang lima di kawasan Senayan, Jakarta.

Dengan resminya Mizuno sebagai apparel Jersey  ini, secara otomatis logo dan lambang Mizuno terpampang jelas di jersey tim kebanggaan masyarakat Madura tersebut.


"Ribuan item akan kami berikan kepada MU FC," ujar Presiden Mizuno Asia, Kyoshi Tatani, kemarin.

Beberapa pemain bintang juga hadir dalam acara penandatanganan tersebut mereka adalah Greg Nwokolo, Bayu Gatra, Asep Berlian dan Heri Pras.

Sementara itu, Presdir Panatrad Caraka Arif Pribadi Wirawan sebagai perusahaan representative Mizuno di Indonesia mengaku senang bisa berkolaborasi dengan laskar Sape Kerab.

"Saya senang sekali. Apalagi kali ini paling istimewa karena desain dari MU FC sendiri. Biasanya klub hanya disodori beberapa alternatif, tapi ini tidak," jelasnya.

Dalam sesi launching itu, manajer Madura United Haruna Sumitro menyebut bahwa kehadiran Mizuno sebagai top brand bisa mengatrol peningkatan prestasi tim.

"Jersey ini dibuat di Jepang dengan kualitas yang sangat bagus. Sehingga butuh waktu proses produksi dan pengiriman," terangnya.

"Bagi yang mau pesan, silakan ke komunitas masing-masing atau langsung ke Distro dan Kafe Madura United FC (Jl Trunojoyo 111 Pamekasan)," sambungnya.

Selain itu, harga per jersey lebih mahal dari harga sebelumnya atau saat mengenakan apparel lokal.

"Harga saat ini Rp 250 ribu, kemungkinan akan naik nanti. Karena akan tersedia di counter Mizuno di mall dan pertokoan di seluruh Indonesia," jelasnya.

Namun untuk sementara hanya tersedia jersey, jenis lainnya dalam proses. "Untuk tshirt, poloshirt dan jaket belum final, karena dummy belum sampai (diterima). Sehingga belum negosiasi," pungkasnya.[wid]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Miris! Hafalan Al-Qur’an Jadi Bahan Permainan

Kamis, 13 Agustus 2026 | 02:11

OJK Dukung Pemprov DKI Terbitkan Obligasi Daerah

Kamis, 13 Agustus 2026 | 02:00

Jangan Main Hakim Sendiri terkait Kasus Hafalan Al-Qur'an Berhadiah Miras

Kamis, 13 Agustus 2026 | 01:48

Dua ASN Ditjen Pajak Jadi Tersangka Korupsi PT TPL

Kamis, 13 Agustus 2026 | 01:23

Tak Ditemukan Luka Luar di Jenazah Sutrimo

Kamis, 13 Agustus 2026 | 01:06

Pemprov DKI Pastikan Miliki Kapasitas Keuangan Terbitkan Obligasi

Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:26

Walkot Jakut Imbau Masyarakat Tetap Tenang soal Kasus Promosi Miras di Ancol

Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:19

Kemendag Perluas Akses Pasar Produk UMKM dengan Libatkan Ritel Modern

Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:02

Furikake dan Tantangan Pangan Bergizi: Jangan Berhenti pada Produknya

Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:51

Utang Pemerintah Tembus Rp10.000 Triliun

Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:41

Selengkapnya