Berita

Anies Baswedan/Net

Politik

LSI: Program Anies-Sandi Bagus, Tapi Tidak Terdengar

SELASA, 17 JANUARI 2017 | 15:34 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pasangan gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Anies Baswedan-Sandiaga Uno memiliki masalah di bidang pemasaran. Setidaknya, tidak ada program unggulan yang dikampanyekan pasangan ini secara massif dan segmented.

Hal tersebut yang kemudian membuat pasangan yang didukung Partai Gerindra dan PKS itu akan tersingkir di putaran pertama Pilgub DKI 2017 berdasarkan hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI).

"Program unggulan Anies-Sandi kurang terdengar oleh pemilih secara luas. Hanya terdengar di kalangan segelintir pemilih saja," ujar peneliti LSI Ardian Sopa saat memaparkan hasil survei terbaru lembaganya di Kantor LSI, Jalan Pemuda 70, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (17/1).


Padahal, sambung Sopa, Anies-Sandi memiliki banyak sekali program kerja yang bagus, seperti pengendalian harga sembako yang mahal dan anti pengangguran. Termasuk, programnya soal KJP plus, KJS plus, yang terasa melampaui program Ahok secara konseptual.

"Namun program kerja yang begitu bagus dan banyak tidak berbuah "efek elektoral" yang signifikan," ungkapnya.

Berbeda dengan para pesaing Anies-Sandi. Seperti pasangan nomor urut 1, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)-Sylviana Murni yang pemasarannya sangat segmented dan fokus menyasar pemilih kelas menengah bawah yang memang paling besar populasi pemilihnya.

"Program Agus-Sylvi soal bantuan tunai sementara, program bantuan Rp 1 miliar per RW dan program bantuan dana bergulir mampu menarik perhatian kelas menengah bawah. Program ini memang menjadi kontroversi dan dinilai negatif oleh kelas menengah atas, namun sebaliknya disukai oleh pemilih kelas menengah bawah," sambungnya

Pasangan petahana Ahok-Djarot secara marketing juga bisa dibilang berhasil. Programnya mudah menarik simpati pemilih karena sudah berjalan dan dirasakan langsung manfaatnya oleh publik ketika Ahok menjabat gubernur.

"Mayoritas publik puas dengan kinerjanya. Di kalangan pemilih menengah bawah pemilih Ahok memang berhasil dikikis oleh marketing Agus. Tapi Ahok masih jaya di kalangan pemilih menengah atas yang belum berhasil direbut kubu Agus," pungkas Sopa.[ian]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Tembok Pertahanan Persib Kunci Sukses Juara Paruh Musim

Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:36

Tabur Bunga Dharma Samudera

Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:19

Realisasi Investasi DKI Tembus Rp270,9 Triliun Sepanjang 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:59

Pemerintah Tidak Perlu Dibela

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:40

SP3 Eggi Sudjana Banjir Komentar Nyinyir Warganet

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:12

TNI AL Bentuk X Point UMKM Genjot Ekonomi Masyarakat

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:49

Perkara Ijazah Palsu Jokowi jadi Laboratorium Nasional di Bidang Hukum

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:27

Trump Resmikan Dewan Perdamaian Gaza Bergaya Kolonial

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:01

TNI Boleh Urus Terorisme sebagai Kelanjutan Polri

Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:45

Politikus PKB Minta Jangan Ada Paranoid soal Pilkada Via DPRD

Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:20

Selengkapnya