Berita

Said Salahuddin/Net

Politik

Ahok-Djarot Terlihat Lebih Utamakan Program Infrastruktur

MINGGU, 15 JANUARI 2017 | 04:33 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Dari debat perdana yang mengambil tema seputar permasalahan sosial-ekonomi, termasuk persoalan lingkungan, transportasi, dan keamanan, pasangan nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat tampak lebih mengutamakan program infrastruktur, dibandingkan dengan program lain yang juga mereka sampaikan, antara lain soal transparansi birokrasi, pelayanan kesehatan, jaminan pendidikan, perumahan, transportasi, stabilisasi harga kebutuhan pokok, dan modal usaha dengan sistem bagi hasil.

"Penekanan Ahok-Djarot pada pembangunan fisik tergambar dari uraian mereka mengenai program rumah susun layak huni untuk warga yang terkena proyek penggusuran. Bagi pasangan ini, pembangunan rumah susun sangat penting agar warga dapat tinggal disana sampai dengan usia lansia dan hidup secara manusiawi," kata pemerhati kepemiluan, Said Salahuddin, kepada Kantor Berita Politik RMOL (Sabtu, 14/1).

Secara gagasan, katanya, program pasangan petahana ini sebetulnya baik, tetapi secara praktik, program yang sudah berjalan itu ternyata menimbulkan banyak masalah. Salah satu masalahnya bahkan disebut sendiri oleh Ahok. Dia menyebut soal belum rampungnya pembangunan rumah susun. Padahal, bagaimana mungkin dilakukan penggusuran ketika rumah susun yang diperuntukan kepada warga ternyata belum siap dibangun.


"Kritik dan pertanyaan yang dilontarkan oleh para kompetitornya terkait kebijakan penggusuran dan program infrastruktur untuk mengalihkan tempat tinggal warga ke rumah susun, termasuk dampak yang timbul dari kebijakan penggusuran, sayangnya juga tidak mampu dijawab secara argumentatif oleh pasangan nomor urut 2 ini," jelas Said.

Sementara itu, sambung Said, soal warga yang kehilangan mata pencahariannya akibat direlokasi ke rumah susun yang lokasinya jauh dari tempat tinggal semula, problem trauma para korban penggusuran, serta persoalan warga yang tercabut dari akar budayanya, sebagaimana tergambar dari film ‘Jakarta Unfair’ yang disinggung oleh pasangan nomor urut 1, misalnya, hanya dijawab secara normatif oleh pasangan petahana ini. [ysa]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lampaui Ekspektasi, Ekonomi Malaysia Tumbuh 4,9 Persen di 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:16

Kuota Pembelian Beras SPHP Naik Jadi 25 Kg Per Orang Mulai Februari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:02

Analis: Sentimen AI dan Geopolitik Jadi Penggerak Pasar Saham

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:46

Hasto Bersyukur Dapat Amnesti, Ucapkan Terima Kasih ke Megawati-Prabowo

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:26

Bripda Rio, Brimob Polda Aceh yang Disersi Pilih Gabung Tentara Rusia

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jalan Menuju Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:16

Legislator Golkar: Isra Miraj Harus Jadi Momentum Refleksi Moral Politisi

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:14

Skandal DSI Terbongkar, Ribuan Lender Tergiur Imbal Hasil Tinggi dan Label Syariah

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:46

Harga Minyak Menguat Jelang Libur Akhir Pekan AS

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:35

Guru Dikeroyok, Komisi X DPR: Ada Krisis Adab dalam Dunia Pendidikan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:24

Selengkapnya