Said Salahuddin/Net
Said Salahuddin/Net
RMOL. Dari debat perdana yang mengambil tema seputar permasalahan sosial-ekonomi, termasuk persoalan lingkungan, transportasi, dan keamanan, pasangan nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat tampak lebih mengutamakan program infrastruktur, dibandingkan dengan program lain yang juga mereka sampaikan, antara lain soal transparansi birokrasi, pelayanan kesehatan, jaminan pendidikan, perumahan, transportasi, stabilisasi harga kebutuhan pokok, dan modal usaha dengan sistem bagi hasil.
"Penekanan Ahok-Djarot pada pembangunan fisik tergambar dari uraian mereka mengenai program rumah susun layak huni untuk warga yang terkena proyek penggusuran. Bagi pasangan ini, pembangunan rumah susun sangat penting agar warga dapat tinggal disana sampai dengan usia lansia dan hidup secara manusiawi," kata pemerhati kepemiluan, Said Salahuddin, kepada Kantor Berita Politik RMOL (Sabtu, 14/1).
Secara gagasan, katanya, program pasangan petahana ini sebetulnya baik, tetapi secara praktik, program yang sudah berjalan itu ternyata menimbulkan banyak masalah. Salah satu masalahnya bahkan disebut sendiri oleh Ahok. Dia menyebut soal belum rampungnya pembangunan rumah susun. Padahal, bagaimana mungkin dilakukan penggusuran ketika rumah susun yang diperuntukan kepada warga ternyata belum siap dibangun.
Populer
Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59
Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09
Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55
UPDATE
Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:16
Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:02
Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:46
Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:26
Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:42
Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:16
Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:14
Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:46
Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:35
Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:24