Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Agus Dan Ahok Proporsional, Anies Baswedan Terlihat Dominan

MINGGU, 15 JANUARI 2017 | 00:02 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Salah satu hal menarik dari penyelenggaraan debat Pilkada DKI adalah terkait dengan strategi yang diterapkan oleh masing-masing calon dalam membagi sesi bicara dengan masing-masing pasangannya.

Pasangan nomor urut 3 Anies Rasyid Bawedan-Sandiaga Salahuddin Uno misalnya terlihat menggunakan strategi yang berbeda dengan dua pasangan lainnya. Sebagai calon Gubernur, Anies tampil sangat dominan di sepanjang acara debat.

"Dari enam segmen debat yang memberikan kesempatan berbicara sebanyak 17 kali kepada masing-masing pasangan, Anies tampil sebanyak 14 kali, sementara calon wakilnya Sandi hanya diberikan kesempatan berbicara sebanyak tiga kali saja," kata pemerhati kepemiluan, Said Salahuddin, kepada Kantor Berita Politik RMOL (Sabtu, 14/1).


Pada segmen ketiga, kelima dan keenam, Anies bahkan memborong seluruh waktu berbicara, sedangkan Sandi hanya kebagian berbicara pada segmen pertama, kedua, dan keempat.

Berbeda dengan pasangan nomor urut 3, sambungnya, pasangan nomor urut 1 Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)-Sylviana Murni (Sylvi) dan pasangan nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat menerapkan strategi yang berlainan. Pola pembagian waktu bicara yang dipraktikkan oleh kedua pasangan ini cenderung lebih proporsional daripada pasangan nomor urut 3.

"Jika Anies-Sandi tampil dengan pola 14-3, Agus-Sylvy bermain dengan pola 11-6, dan Ahok-Djarot berbagi dengan pola 10-7," ungkap Said

Perbedaan lainnya, sambung Said, tampak pada strategi penguasaan segmen. Jika Anies tampil penuh di tiga segmen, yaitu segmen ketiga, kelima dan keenam, Agus berbicara penuh di tiga segmen yang berbeda, yaitu segmen pertama, kedua, dan keenam. Lain Anies dan Agus, lain pula dengan Ahok. Calon nomor urut 2 ini justru membuat pola sendiri dengan cara berbagi waktu penguasaan segmen dengan pasangannya.

"Ahok mengambil waktu sepenuhnya pada segmen kelima, sementara Djarot berbicara secara utuh pada segmen ketiga. Sandi dan Sylvi tidak melakukan seperti yang dilakukan Djarot," ungkapnya.

Menurut Said, sekalipun dalam pelaksanaan debat semalam pasangan nomor urut 3 menerapkan strategi yang lebih menonjolkan sosok calon Gubernur Anies Rasyid Baswedan, sedangkan calon Gubernur nomor urut 1 dan 2 menerapkan pola tampil yang relatif proporsional dengan masing-masing pasangangannya, namun hal itu sama sekali tidak menunjukan superioritas dari salah satu pasangan calon. Ini hanya semata perbedaan strategi debat saja.

Namun, jelasnya, jika strategi dari masing-masing pasangan tersebut dikaitkan dengan gambaran pelaksanaan tugas dan wewenang Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang kelak akan dijabat oleh salah satu pasangan calon, maka strategi yang diterapkan oleh pasangan nomor urut 3 dengan lebih menonjolkan sosok calon Gubernur daripada sosok calon Wakil Gubernurnya menemukan relevansinya.

Dalam pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah, walaupun calon gubernur dan calon wakil gubernur dipilih secara berpasangan, tidak berarti kewenangan seorang gubernur sama dengan kewenangan wakil gubernur. Ketika salah satu dari pasangan calon itu terpilih, maka kekuasaan pemerintah daerah DKI nantinya berada sepenuhnya ditangan Gubernur.

"Posisi Wakil Gubernur hanya bersifat membantu tugas-tugas tertentu Gubernur, memberikan saran dan pertimbangan, serta menggantikan tugas dan wewenang Gubernur ketika berhalangan," demikian Said. [ysa]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Tembok Pertahanan Persib Kunci Sukses Juara Paruh Musim

Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:36

Tabur Bunga Dharma Samudera

Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:19

Realisasi Investasi DKI Tembus Rp270,9 Triliun Sepanjang 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:59

Pemerintah Tidak Perlu Dibela

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:40

SP3 Eggi Sudjana Banjir Komentar Nyinyir Warganet

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:12

TNI AL Bentuk X Point UMKM Genjot Ekonomi Masyarakat

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:49

Perkara Ijazah Palsu Jokowi jadi Laboratorium Nasional di Bidang Hukum

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:27

Trump Resmikan Dewan Perdamaian Gaza Bergaya Kolonial

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:01

TNI Boleh Urus Terorisme sebagai Kelanjutan Polri

Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:45

Politikus PKB Minta Jangan Ada Paranoid soal Pilkada Via DPRD

Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:20

Selengkapnya