Berita

Megawati/Net

Politik

Pidato Megawati Sarkas, Sinis, Dan Mengarah Ke Perpecahan Bangsa

RABU, 11 JANUARI 2017 | 14:17 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pidato Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri pada Hari Ulang Tahun (HUT) ke-44 PDIP adalah pidato terburuk yang pernah disampaikan oleh seorang mantan Presiden Republik Indonesia.

Begitu kata politisi muda Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Rabu (11/1).

"Pidato itu sangat jauh dari sikap kenegarawanan, sarkastis, dan penuh sinisme, bahkan mengarahkan terjadinya perpecahan bangsa," ujarnya.


Doli menyebut, pidato itu menunjukkan bahwa Megawati ikut larut kepada kepentingan kelompok tertentu yang ingin membuat jarak dan menebar kebencian terhadap Islam.

Sikap Megawati yang mempertentangkan antara Islam dan Pancasila dengan mengkontestasikan ideologi tertutup dengan ideologi terbuka, menurutnya, justru mempertontonkan bahwa sesungguhnya Megawati tidak paham pengertian agama, ideologi, Islam, dan Pancasila itu sendiri.

"Bahkan pernyataannya tentang keyakinan terhadap akhirat yang dalam Islam memang diimankan, bisa mengarah kepada kategori pelecehan bahkan penistaan Islam, karena itu mengganggu prinsip Ketuhanan yang bertentangan dengan sila pertama Pancasila," sambung mantan ketua umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) itu.

Megawati, sambungnya, juga tidak paham akan sejarah Indonesia karena dia mengabaikan Islam atau bahkan mempertentangkan Islam dengan Pancasila.

"Megawati seperti merasa pemilik tunggal Pancasila serta mengganggap yang lain tidak Pancasilais dan tidak paham Bhinneka Tunggal Ika," pungkasnya. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

War Tiket Haji Untungkan Orang Kaya

Minggu, 12 April 2026 | 04:17

Paradoks Penegakan Hukum

Minggu, 12 April 2026 | 04:12

BPKH Pastikan Dana Haji Aman di Tengah Dinamika Global

Minggu, 12 April 2026 | 04:00

Kunjungi Rusia Jadi Sinyal RI Tak Mutlak Ikuti Garis Barat

Minggu, 12 April 2026 | 03:40

Anak Usaha BRI Respons Persaingan Bisnis Outsourching

Minggu, 12 April 2026 | 03:16

Ibadah Haji Bukan Nonton Konser!

Minggu, 12 April 2026 | 03:10

Lebaran Betawi Bukan Sekadar Seremoni Pasca-Idulfitri

Minggu, 12 April 2026 | 02:41

Wapres AS Tatap Muka Langsung dengan Delegasi Iran di Islamabad

Minggu, 12 April 2026 | 02:03

Petugas Terlibat Peredaran Narkoba di Rutan Bakal Dipecat

Minggu, 12 April 2026 | 02:00

Andre Rosiade: IKM akan Menjadi Mitra Konstruktif Pemda

Minggu, 12 April 2026 | 01:46

Selengkapnya