Tito Karnavian/Net
Tito Karnavian/Net
SEMASA rezim Orde Baru, buku-buku berbau komunisme dan marxisme dilarang. Dinilai bertentangan dengan TAP MPR Nomor 25 tahun 1966 Tentang Larangan Paham Komunisme, Marxisme dan Leninisme. Korbannya mahasiswa UGM Yogyakarta, ditangkap dan diadiili karena memiliki buku sastra karya Pramoedya Ananta Toer.
Kebalikannya saat ini, ada pihak menyuarakan bahaya komunisme malah terancam penjara. Imam besar FPI habieb Rizieq Syihab yang mengingatkan penguasa ada simbol mirip palu arit dalam lembaran uang kertas rupiah, dipanggil polisi dengan tuduhan melakukan penghasutan. Padahal senyatanya habib Rizieq tidak mengajak berbuat kriminal, tetapi sekedar mengingatkan agar pemerintah memperbaiki kekeliruannya sehingga tidak diasosiasikan sebagai rezim pro komunisme
Dalam contoh lain lucunya dalam siaran persnya, Kadiv Humas Polri mengatakan penyebarluasan tulisan Bambang Tri berjudul 'Jokowi Undercover' baik dalam bentuk buku dan digital, dijerat pidana.
Populer
Selasa, 07 April 2026 | 05:19
Senin, 06 April 2026 | 05:31
Selasa, 07 April 2026 | 12:34
Selasa, 07 April 2026 | 11:04
Rabu, 08 April 2026 | 05:43
Senin, 13 April 2026 | 14:18
Senin, 06 April 2026 | 16:10
UPDATE
Kamis, 16 April 2026 | 08:14
Kamis, 16 April 2026 | 08:12
Kamis, 16 April 2026 | 07:55
Kamis, 16 April 2026 | 07:35
Kamis, 16 April 2026 | 07:20
Kamis, 16 April 2026 | 07:07
Kamis, 16 April 2026 | 06:53
Kamis, 16 April 2026 | 06:25
Kamis, 16 April 2026 | 05:59
Kamis, 16 April 2026 | 05:45