Berita

Foto/Net

Politik

Masyarakat Harus Diberi Tips Tangkal Informasi Hoax

SABTU, 07 JANUARI 2017 | 12:43 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Informasi bohong atau hoax adalah racun. Untuk itu masyarakat harus terus menerus diedukasi mengenai pemilihan informasi yang benar.

Begitu kata anggota Dewan Pers Imam Wahyudi dalam sebuah diskusi di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (7/1).

Imam mencontohkan tragedi di tahun 2000-an, tepatnya saat konflik Ambon pecah. Saat itu ada seorang bapak yang pergi keluar rumah karena mendapat informasi hoax bahwa kondisi Ambon sudah aman. Di tengah perjalanan bapak itu terluka dan akhirnya meninggal, itu  karena dia mempercayai informasi hoax.


"Jadi hoax itu racun. Untuk itu masyarakat perlu diberi tips-tips untuk bisa menentukan mana yang dikatakan hoax atau bukan," ujarnya.

Sementara kepada para awak media, Imam meminta untuk terus meningkatkan profesionalisme dalam bekerja. Pewarta harus terus melakukan verifikasi terhadap informasi hoax sebelum mengunggahnya menjadi berita.

"Jadi informasi harus diverifikasi dan diverifikasi, termasuk jika informasi itu dari media sosial," sambungnya.

Lebih lanjut, Imam mengatakan bahwa Dewan Pers juga selalu melakukan sejumlah langkah dalam mengantisipasi hoax. Salah satunya dalam hal memverifikasi media pemberitaan.

Dalam hal ini, Dewan Pers selalu memberikan penilaian pertama pada aspek konten kepada setiap media yang akan diverifikasi sebagai media pemberitaan atau pers.

"Jadi kalau konten oke, baru ke masuk ke aspek legal formal, tapi kalau konten itu tidak sesuai dengan kode etik jurnalistik, artinya jika pembaca jadi terpanguruh dan berpikiran buruk atau macam-macam itu tidak sesuai dengan kode etik jurnalistik," jelasnya.

"Pers sifatnya umum. Oleh sebab itu landasannya kode etik jurnalistik dan standar-standar etika pers," pungkas Imam. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

War Tiket Haji Untungkan Orang Kaya

Minggu, 12 April 2026 | 04:17

Paradoks Penegakan Hukum

Minggu, 12 April 2026 | 04:12

BPKH Pastikan Dana Haji Aman di Tengah Dinamika Global

Minggu, 12 April 2026 | 04:00

Kunjungi Rusia Jadi Sinyal RI Tak Mutlak Ikuti Garis Barat

Minggu, 12 April 2026 | 03:40

Anak Usaha BRI Respons Persaingan Bisnis Outsourching

Minggu, 12 April 2026 | 03:16

Ibadah Haji Bukan Nonton Konser!

Minggu, 12 April 2026 | 03:10

Lebaran Betawi Bukan Sekadar Seremoni Pasca-Idulfitri

Minggu, 12 April 2026 | 02:41

Wapres AS Tatap Muka Langsung dengan Delegasi Iran di Islamabad

Minggu, 12 April 2026 | 02:03

Petugas Terlibat Peredaran Narkoba di Rutan Bakal Dipecat

Minggu, 12 April 2026 | 02:00

Andre Rosiade: IKM akan Menjadi Mitra Konstruktif Pemda

Minggu, 12 April 2026 | 01:46

Selengkapnya