Berita

RMJ Bersama Ahok/Net

Politik

RMJ Ragukan Objektivitas Saksi Di Persidangan Keempat Ahok

RABU, 04 JANUARI 2017 | 18:30 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Para saksi pelapor yang dihadirkan majelis hakim dalam persidangan keempat kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dinilai tidak jujur dan terlalu bermuatan politik.

Sekretaris Umum Relawan Matahari Jakarta (RMJ) Ela Nofitasari menyayangkan saksi yang rata-rata hanya menukil pidato Ahok yang berdurasi 1 jam 40 menit menjadi 13 detik. Para saksi juga sebatas menarik simpulan dari potongan statement yang viral di masyarakat.

"Ini tentu tidak objektif. Untuk mengetahui maksud pidato Ahok di Kepulauan Seribu, seharusnya saksi pelapor tidak memotong pidato yang satu jam lebih menjadi hitungan detik," ujar Ela dalam keterangan tertulisnya, Rabu (4/1).


Mantan Ketua DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) ini juga meragukan objektifitas salah satu saksi yang di persidangan mengaku pernah mendeklarasikan diri sebagai pendukung pasangan calon gubernur DKI Jakarta nomor urut satu, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)-Sylviana Murni. Ela menilai, kesaksian dari saksi ini tentu tidak akan lepas dari muatan politik dan mengaburkan fakta yang sesungguhnya terjadi.

"Memberi kesaksian yang tidak jujur apalagi menukil dari sumber yang tidak utuh dan bermuatan polits bisa menimbulkan fitnah. Tentu ini merugikan orang lain. Dalam Islam, menyampaikan sesuatu yang tidak benar termasuk golongan orang munafik," sambungnya.

Lebih lanjut, Ela menyoroti keputusan hakim yang tidak memberikan izin penayangan secara live jalannya persidangan. Ia menilai putusan itu sebagai langkah mundur.

"Seandainya disiarkan live, publik akan tahu perkembangan kasus ini, tahu akan fakta yang sebenarnya terjadi bahwa tidak ada unsur penistaan yang dilakukan oleh Ahok," pungkasnya.

Relawan Matahari Jakarta merupakan kumpulan aktivis Muhammadiyah yang pada Pilgub DKI 2017 mendukung petahana untuk melanjutkan program yang dirasa sudah berpihak pada rakyat ibukota. [ian]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lampaui Ekspektasi, Ekonomi Malaysia Tumbuh 4,9 Persen di 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:16

Kuota Pembelian Beras SPHP Naik Jadi 25 Kg Per Orang Mulai Februari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:02

Analis: Sentimen AI dan Geopolitik Jadi Penggerak Pasar Saham

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:46

Hasto Bersyukur Dapat Amnesti, Ucapkan Terima Kasih ke Megawati-Prabowo

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:26

Bripda Rio, Brimob Polda Aceh yang Disersi Pilih Gabung Tentara Rusia

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jalan Menuju Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:16

Legislator Golkar: Isra Miraj Harus Jadi Momentum Refleksi Moral Politisi

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:14

Skandal DSI Terbongkar, Ribuan Lender Tergiur Imbal Hasil Tinggi dan Label Syariah

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:46

Harga Minyak Menguat Jelang Libur Akhir Pekan AS

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:35

Guru Dikeroyok, Komisi X DPR: Ada Krisis Adab dalam Dunia Pendidikan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:24

Selengkapnya