Berita

Ahmad Doli Kurnia/Net

Politik

Penegakan Hukum Lemah, Alasan Ahok Nyaman Lancarkan Serangan Balik

RABU, 04 JANUARI 2017 | 17:32 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sejumlah serangan balik dilancarkan terdakwa kasus dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama usai menjalani sidang keempat. Serangan balik cepat itu dilancarkan kepada para saksi pelapor tak lama usai sidang selesai.

Dalam serangan tersebut, Ahok meragukan objektivitas saksi yang hanya menukil 13 detik pidatonya di kepulauan seribu, menyebut saksi bagian tim sukses pasangan calon lain di Pilgub DKI, hingga drama Fitsa Hats.

Menanggapi hal tersebut, politisi muda Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menilai bahwa Ahok tengah memainkan filosofi "pertahan terbaik adalah dengan menyerang" layaknya digunakan dalam dunia sepakbola.


"Namun yang perlu dicermati adalah bahwa Ahok yang karakternya suka menyerang orang, itu makin hari semakin menjadi terus karena penegakan hukum di negara kita ini tidak adil," ujarnya dalam kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Rabu (4/1).

Dijabarkan Doli bahwa semua orang yang pernah melakukan penistaan agama, biasanya begitu menjadi tersangka langsung ditahan. Tapi dalam kasus ini, Ahok yang sudah menjadi terdakwa belum juga ditahan.

"Bahkan pemerintah terang-terangan mendukungnya. Sampai MUI sebagai lembaga yang selama ini dihormati, dipercaya, dan memiliki otoritas dalam menentukan bentuk penistaan agama melalui fatwanya pun seakan diabaikan oleh pihak aparat penegak hukum," kesalnya.

"Bahkan pemerintah berkali-kali menunjukkan sikap yang seakan membiarkan adanya upaya kriminalisasi dan melemahkan MUI, berhadapan dan sepertinya setuju MUI dibubarkan," sambung mantan ketua umum KNPI itu

Situasi seperti ini, lanjut Doli, membuat Ahok secara psikologi merasa di atas angin karena merasa dilindungi oleh hukum.

Selain itu, Doli menilai bahwa Ahok ingin terus membawa persoalan penistaan agama yang dilakukannya ke ranah politik Pilkada. Dengan membuat pernyataan-pernyataan kontroversial seperti itu, Ahok merasa akan terus diberitakan dan menjadikannya sebagai media kampanye

"Ahok juga seakan memancing-mancing terus dan menarik posisi ummat Islam masuk ke "political game" pilkada. Tapi Ahok harus ingat bahwa dengan berhadapan terus dengan ummat Islam melalui sikap dan pernyataannya, itu tidak akan menguntungkan dan suatu saat akan sangat berbahaya apabila kemarahan ummat Islam memuncak," tegas Doli memperingatkan Ahok. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

War Tiket Haji Untungkan Orang Kaya

Minggu, 12 April 2026 | 04:17

Paradoks Penegakan Hukum

Minggu, 12 April 2026 | 04:12

BPKH Pastikan Dana Haji Aman di Tengah Dinamika Global

Minggu, 12 April 2026 | 04:00

Kunjungi Rusia Jadi Sinyal RI Tak Mutlak Ikuti Garis Barat

Minggu, 12 April 2026 | 03:40

Anak Usaha BRI Respons Persaingan Bisnis Outsourching

Minggu, 12 April 2026 | 03:16

Ibadah Haji Bukan Nonton Konser!

Minggu, 12 April 2026 | 03:10

Lebaran Betawi Bukan Sekadar Seremoni Pasca-Idulfitri

Minggu, 12 April 2026 | 02:41

Wapres AS Tatap Muka Langsung dengan Delegasi Iran di Islamabad

Minggu, 12 April 2026 | 02:03

Petugas Terlibat Peredaran Narkoba di Rutan Bakal Dipecat

Minggu, 12 April 2026 | 02:00

Andre Rosiade: IKM akan Menjadi Mitra Konstruktif Pemda

Minggu, 12 April 2026 | 01:46

Selengkapnya