Berita

Arief Pouyono/Net

Politik

Waketum Gerindra Kembali Pertanyakan Klaim Jokowi Soal TKA Dari China

RABU, 28 DESEMBER 2016 | 06:45 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Pouyono, kembali mempertanyakan pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut bahwa jumlah tenaga kerja asing asal China yang legal berjumlah 21 ribu orang.

Arief pun membandingkan dengan pernyataan  Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Azhar Lubis di situs Bloomberg yang menyebut total proyek China di Indonesia mencapai 1205 proyek.

"Mungkin enggak 1205 proyek China memperkerjakan 21.000 pekerja asal China? Apakah smelter, tambang nikel dan bauksit, automotif, pabrik besi dan baja, lalu pabrik automotif itu masuk katagori turn key project," kata Arief dalam keterangan beberapa saat lalu (Rabu, 28/12).



Arief menghitung, bila saja jumlah 21 ribu itu dibagi 20 persen dari 1205 total investasi China, maka hasilnya rata-rata yang kerja di proyek investasi China itu sekitar 87 tenaga kerja China per investasi proyek China.

"Apa benar proyek smelter, automotif, semen, pabrik baja cuma pake 87 pekerja legal asal China yang expert ,terus yang pegang eksavator dan forklift, masukin semen ke kantong dan rakit automotive, apa pekerja Indonesia enggak mampu ya?" sambung Arief.

Arief membenarkan pernyataan Jokowi bahwa gaji tenaga kerja asing itu lebih besar dari buruh Indonesia. Namun fakatanya, pajak penerimaan dari Pph 21 minus dan di saat yang sama  pengangguran tenaga kerja indonesia juga banyak ya.

"Lalu WNA China yang bebas visa kunjungan, terutama wanita-wanitanya ikut karaoke dan ikut hiburan di kota Jakarta, mereka itu kerja atau jadi turis. Kalau kerja, yang pasti cowok-cowok Indonesia enggak kasi duit ke cewek-cewek WNA China. Tapi kan cowok-cowok Indonesia itu bayar loh," ungkapnya. [ysa]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

War Tiket Haji Untungkan Orang Kaya

Minggu, 12 April 2026 | 04:17

Paradoks Penegakan Hukum

Minggu, 12 April 2026 | 04:12

BPKH Pastikan Dana Haji Aman di Tengah Dinamika Global

Minggu, 12 April 2026 | 04:00

Kunjungi Rusia Jadi Sinyal RI Tak Mutlak Ikuti Garis Barat

Minggu, 12 April 2026 | 03:40

Anak Usaha BRI Respons Persaingan Bisnis Outsourching

Minggu, 12 April 2026 | 03:16

Ibadah Haji Bukan Nonton Konser!

Minggu, 12 April 2026 | 03:10

Lebaran Betawi Bukan Sekadar Seremoni Pasca-Idulfitri

Minggu, 12 April 2026 | 02:41

Wapres AS Tatap Muka Langsung dengan Delegasi Iran di Islamabad

Minggu, 12 April 2026 | 02:03

Petugas Terlibat Peredaran Narkoba di Rutan Bakal Dipecat

Minggu, 12 April 2026 | 02:00

Andre Rosiade: IKM akan Menjadi Mitra Konstruktif Pemda

Minggu, 12 April 2026 | 01:46

Selengkapnya