Berita

Publika

Damai Natal Di Tengah Mayoritas Muslim

SELASA, 27 DESEMBER 2016 | 12:27 WIB

SEBUAH negeri berpenduduk muslim terbesar dunia, Indonesia, kembali memberikan kebanggaan luar biasa ketika kegiatan perayaan Natal berlangsung penuh kedamaian.

Inilah keramahan dan sikap persaudaran rakyat Indonesia yang terbangun tanpa sekat-sekat perbedaan agama. Kegiatan seluruh penganut agama hampir sepenuhnya berlangsung damai.

Pada perayaan Natal tahun ini semua berjalan lancar. Umat Kristiani di berbagai daerah dapat dengan tenang merayakan Natal secara hikmad.


Di beberapa daerah partisipasi ummat Islam pun seperti mengamankan terlihat jelas mempertegas semangat persaudaraan sebagai bangsa yang luar biasa.

Senada seperti ketika Idul Fitri dan Idul Adha, masyarakat Kristiani dan kalangan ummat agama lainnya ikut serta membantu mempersiapkan ummat Islam merayakan hari rayanya.

Untuk sebuah bangsa besar berpenduduk sekitar 250 juta, peringatan keagamaan berjalan damai pada seluruh ummat beragama yang berbeda merupakan gambaran riil tentang kedewasaan rakyat Indonesia. Hampir seluruh penduduk negeri ini dari pengalaman pelaksanaan kegiatan keagamaan memperlihatkan kemampuan memahami makna hubungan antar ummat beragama.

Ada kesadaran bahwa perbedaan agama merupakan kenyataan sosial dan bahkan merupakan sunnatullah tentang kehidupan manusia.

Secara tegas pesan-pesan kitab suci semua agama sebenarnya mengajarkan tentang kenyataan keberadaan perbedaan keyakinan.

Kitab suci sebagai firman Tuhan  memberikan keleluasaan kepada manusia mengembangkan keyakinannya sendiri, yang sangat mungkin berbeda dari orang lain. Tuhan memberikan kesempatan mengembangkan keyakinan masing-masing manusia dengan dilandasi kesadaan pemikiran dan kualitas pemahamannya.

Keyakinan berlandaskan kesadaran pemikiran dan pemahaman itu pada tataran aplikatif selayaknya mampu mewujudkan nilai-nilai Ketuhanan melalui kasih sayang, semangat persaudaraan antar sesama.

Bukankah semua agama diturunkan Tuhan untuk kepentingan manusia, agar mampu mengembangkan semangat peduli sesama, saling asih, asah dan asuh? Sebuah sikap yang jika dilaksanakan pada tataran hubungan sosial akan menyuntikkan perdamaian antar manusia, antar pemeluk agama.

Jika secara tegas Tuhan memberikan tuntunan kepada manusia bahwa walau berbeda keyakinan manusia harus senantiasa tetap dalam kedamaian, selayaknya jika seorang merasa menjalankan ajaran Tuhan dengan keyakinannya berusaha mengembangkan semangat ajaran yang menghargai perbedaan keyakinan dalam hubungan interaksi sosial keseharian.

Seluruh agama melalui kitab sucinya mengajarkan tentang nilai-nilai kemanusian agar manusia mampu menjalin hubungan sosial secara damai penuh kasih sayang.

Pada tahun ini sebelum perayaan Natal memang sempat merebak wacana masalah penggunaan aksesoris Natal ketika beberapa perusahaan bersikap berlebihan dalam merayakan Natal dengan mengajak seluruh karyawan memakainya. Namun kemudian, semuanya dapat kembali terbangun sikap saling pengertian sehingga persoalan asesoris Natal sebatas menjadi pembicaraan dan tidak sampai menimbulkan gesekan berarti.

Perayaan Natal pun di seluruh Indonesia dapat berlangsung damai di tengah-tengah mayoritas umat Islam Indonesia.

Mayoritas ummat Islam Indonesia secara riil telah menyampaikan pesan perdamaian Al Quran melalui sikap  menghargai keyakinan agama lain khususnya kalangan ummat Kristiani sehingga perayaan Natal dapat berjalan damai.

Pesan kemanusiaan Al Quran ini diharapkan menjadi semangat dan inspirasi penganut agama apapun di dunia ini untuk mewujudkan perdamaian, hubungan indah antar pemeluk agama. Bahwa perbedaan keyakinan keagamaan bukanlah halangan mengembangkan kebersamaan, persaudaraan, hidup damai sebangsa dan bahkan antar penganut agama di berbagai belahan dunia.

Begitulah subtansi sesungguhnya semua agama: untuk menumbuhkan dan menyegarkan kasih sayang, kepedulian manusia agar terwujud kedamaian.[***]


MH. Said Abdullah

Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI


Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya