Said Salahuddin/Net
Said Salahuddin/Net
"Nah, yang menjadi persoalan sebetulnya bukan tenaga kerja yang resmi itu. Buruh China yang dianggap bermasalah dan diperkirakan jumlahnya ratusan ribu bahkan jutaan itu adalah mereka yang bekerja secara ilegal," kata Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma) Indonesia, Said Salahuddin, dalam keterangan beberapa saat lalu (Minggu, 25/12).
Said dapat informasi bahwa tenaga kerja ilegal China itu banyak direkrut untuk pekerjaan di proyek-proyek pembangkit listrik investasi Tiongkok, seperti di Banten, Bali, Kalimantan, Sulawesi, dan lain-lain. Jenis pekerjaan yang diberikan kepada mereka adalah pekerjaan kasar yang itu sebetulnya harus diprioritaskan oleh Pemerintah sebagai lapangan pekerjaan bagi masyarakat di daerah.
Populer
Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59
Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09
Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55
UPDATE
Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:16
Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:02
Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:46
Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:26
Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:42
Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:16
Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:14
Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:46
Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:35
Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:24