Berita

Publika

Tantangan Umat Masa Kini

SABTU, 24 DESEMBER 2016 | 22:07 WIB

UJIAN yang paling berat sesungguhnya bukan lagi menahan "hawa nafsu", melainkan menahan "jempol" agar tidak lancang membuat status dan komentar yang menyakiti perasaan sesama, menyebar berita yang penuh kebohongan dan kebencian.

Ya, umat sekarang mengalami dinamika dan permasalahan sendiri di dunia digital ini, begitu banyak flatform sosial media yang digunakan membuat dan atau menyebar informasi atau berita, baik itu sifatnya hoax atau sebuah kebenaran.

Kebenaran menurut komunitas sosial media bukan lagi dalam arti sesungguhnya, melainkan produksi berita hoax yang diulang-ulang dan disebar masif "dapatlah" menjadi suatu terminologi kebenaran baru, apalagi banyak pelaku sosial media yang engan melakukan akurasi dan verifikasi informasi yang tersedia.


Penyebaran informasi hoax atau yang mengandung logical fallacies ini bagaimanapun juga turut disebabkan kita, ya aku dan kamu, karena kita mendiamkan pelaku-pelaku penyebaran hoax atau logical fallacies dengan pertimbangan alasan karena menjaga hubungan pertemanan, persaudaraan dan pekerjaan.

Penulis pun mengalami hal yang sama, sebenarnya ingin menelanjangi struktur berpikir kacau pelaku, argumentasi pelaku yang lemah dukungan fakta, kalimat pelaku yang tak memiliki kaedah bahasa Indonesia yang baik dan benar, akan tetapi jempol ini tak sanggup, ya penulis tak sanggup melukai hati pelaku, mempertontonkan kebodohan pelaku.

Ya mungkin juga karena penulis merasa penuh kekurangan dalam berlogika, tapi mudah-mudahan tidak ikut-ikutan menyebarkan informasi hoax.

Akan tetapi, penulis akan tetap melawan dengan cara lain, cara yang secara tidak langsung tidak akan mempermalukan pelaku, dan mohon maaf, cara itu harus dilakukan demi kebaikan diri pelaku sendiri, teman-teman pelaku, saudara-saudara pelaku, dan sesama manusia. Mari lawan penyebar informasi hoax dan pelaku logical fallacies. [***]

Husendro
Kandidat Doktor Ilmu Hukum Program Pascasarjana FHUI

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya