Olympique Lyon mempermalukan AS Monaco 3-1 di hadaÂpan pendukungnya pada laga pekan ke-18 Liga 1 Prancis di Stadion Louis II, Monaco, diniÂhari, kemarin.
Berkat hasil itu, tim besutan Bruno Genesio yang menemÂpati urutan keempat klasemen sementara kini mengoleksi 31 poin, dua strip di bawah Monaco (39) yang menempati peringkat kedua.
Rachid Ghezzal membuka Lyon unggul pada menit 29 setelah menyelesaikan umpan Valbuena.
Sepuluh menit kemudian tuan rumah harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain setelah Benjamin Mendy menerima kartu merah.
Lyon berpeluang memperbeÂsar keunggulan ketika Fabinho melanggar Lacazette di area terlarang pada menit 56, namun Lacazette gagal menunaikan tugasnya sebagai algojo dengan baik dari titik putih.
Keuntungan jumlah pemain berhasil dimanfaatkan Lyon unÂtuk menggandakan keunggulan lewat Valbuena setelah menyeÂlesaikan umpan Ghezzal yang membayar budi kepada rekanÂnya ini pada menit 65.
Situasi bola mati pada meÂnit 70 sempat mengantarkan Bakayoko memperkecil ketertÂinggalan AS Monaco menjadi 1-2 dari Lyon, namun Lacazette sukses memastikan kemenangan tim tamu menjadi 3-1 dengan memanfaatkan sepak pojok.
Lacazette memang selalu manjadi andalan mesin gol Lyon. Pada beberapa bulan perÂtama musim lalu, pemain 24 taÂhun ini terlihat seperti menderita sindrom musim kedua.
Harapan begitu tinggi setelah dia mencetak 27 gol di tahun sebelumnya, namun cedera, dan performa buruk membuatnya hanya menciptakan lima gol di 15 laga perdana, tiga di antaranÂya datang dari pertandingan menghadapi Saint-Etienne.
Meski begitu, di bawah Bruno Genesio, Lacazette kembali ke penampilan terbaiknya. Dia menciptakan 11 gol di sembilan pertandingan, dan musim lalu dia menjadi orang Perancis perÂtama yang menciptakan lebih dari 20 gol di liga sejak tahun 1998.
Ini akan menjadi musim ketuÂjuh Lacazette sebagai bagian dari skuat Lyon. Dia muncul dari tim junior dan telah membuktikan diri saat terpilih menjadi starter, pemain 24 tahu layak diandalkan di masa-masa penting.
Lyon dan sang pemain sempat mengalami kesulitan di awal musim, tapi tetap menemukan cara untuk bisa menciptakan hatÂtrick di derby Rhone â€" sesuatu yang tidak bisa dilakukan pada musim sebelumnya.
Liga Champions datang di masa yang salah pada musim lalu, ketika sang striker sedang dalam kesulitan, dan hanya satu dari catatan empat golnya di kompetisi ini yang ia ciptakan pada musim lalu. Lyon tampil buruk dan hasil yang mereka daÂpat menunjukkan hal ini. ***