Basuki Tjahaja Purnama/Net
Basuki Tjahaja Purnama/Net
KERAGUAN pada kapabilitas pasangan calon Gubernur DKI Jakarta yang lain, terkesan mempengaruhi pengadilan proses hukum sangkaan penistaan kitab suci Al-Qur’an dan penistaan ulama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama. Proses pengadilan terkesan akan berlangsung terlalu panjang sebagaimana fenomena hukum selama ini untuk menghasilkan inkrah, tanpa pemanfaatan menjadikannya sebagai momentum reformasi hukum di Indonesia.
Perubahan status tersangka menjadi terdakwa, kemudian menjadi terpidana dan senantiasa banding dan banding lagi sepertinya yang terwujud. Jumlah 80 pengacara pembela Basuki Tjahaja Purnama memberikan sinyal bahwa sesungguhnya tidak mudah untuk membuktikan Basuki Tjahaja Purnama sama sekali tidak bersalah.
Pada sisi yang lain tersirat adanya kelompok kepentingan yang sangat kuat menginginkan, agar Basuki Tjahaja Purnama tetap berlanjut menjadi Gubernur DKI Jakarta periode berikutnya. Rumor yang berkembang dalam media sosial membuka celah bahwa Taipan-Taipan berada dibalik kepentingan mempertahankan Basuki Tjahaja Purnama untuk bebas sama sekali dari sangkaan hukum penistaan tersebut di atas.
Populer
Selasa, 07 April 2026 | 05:19
Senin, 06 April 2026 | 05:31
Selasa, 07 April 2026 | 12:34
Selasa, 07 April 2026 | 11:04
Rabu, 08 April 2026 | 05:43
Senin, 13 April 2026 | 14:18
Senin, 06 April 2026 | 16:10
UPDATE
Kamis, 16 April 2026 | 08:14
Kamis, 16 April 2026 | 08:12
Kamis, 16 April 2026 | 07:55
Kamis, 16 April 2026 | 07:35
Kamis, 16 April 2026 | 07:20
Kamis, 16 April 2026 | 07:07
Kamis, 16 April 2026 | 06:53
Kamis, 16 April 2026 | 06:25
Kamis, 16 April 2026 | 05:59
Kamis, 16 April 2026 | 05:45