Berita

Advertorial

Jelang Libur Natal Dan Tahun Baru 2017

Kementerian PUPR Lakukan Persiapan Penanganan Transportasi

KAMIS, 15 DESEMBER 2016 | 19:49 WIB

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan kesiapannya terkait penanganan transportasi saat libur Hari Raya Natal 2016 dan Tahun Baru 2017. Pemerintah juga optimis, pelaksanaan penanganan transportasi pada tahun ini akan lebih baik daripada tahun lalu.

Menteri Pekerjaan umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mennerangkan, Kementerian PUPR sudah mela¬kukan koordinasi dengan ber¬ba-gai pemangku kepentingan untuk persiapan penanganan libur Natal dan Tahun Baru.

Kita juga sudah melakukan kunjungan kerja ke berbagai daerah untuk melihat kesiapan infrastruktur dan kondisi lapangan, seperti jalan tol dan jalan nasional. Belajar dari pengalaman tahun lalu, persiapak sudah kita lakukan sejak jauh hari agar hasilnya maksimal,” kata Basuki di Jakarta.


Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Arie Setiadi Moerwanto mengatakan, untuk persiapan di jalan tol, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pengelola jalan tol, untuk mengantisipasi ber¬ba-gai skenario yang ada.

Peningkatan jumlah kendaraan yang masuk ke jalan tol di prediksi terjadi mulai 23 Desember 2016. Kami sudah berkoordinasi dengan Jasa Marga untuk mengurangi antrean dan kalau terjadi penumpukan di jalan tol nanti akan dialihkan ke rute alternatif,'' ujarnya.

Dilanjutkannya, sejumlah langkah juga dilakukan, seperti penerapan sistem informasi sehingga pengguna kendaraan tidak terperangkap di jalan tol. Sehingga, begitu jalan tol nanti penuh dan macet kendaraan akan diarahkan ke sejumlah titik oleh petugas polisi sebagai alternatif.
Upaya lain ialah mempersiapkan rest area agar tidak penuh dan menyebabkan kemacetan di jalan tol. Termasuk pula di dalamnya, menyediakan tam¬bahan fasilitas toilet portable dan mengaktifkan rest area kelas B dengan peningkatan fasilitas.

Kami juga sudah berdiskusi dengan pihak Jasa Marga untuk menyiapkan bukaan-bukaan (pembatas di jalan tol) sehingga saat terjadi kemacetan, kendaraan bisa berbalik arah. Jadi kendaraan tidak terjebak di tempat tertutup di dalam tol,'' terang Arie.

Adapun untuk penanganan kemacetan yang terjadi di gerbang tol nantinya pihak pengelola jalan tol melakukan pengalihan arus lalu lintas ketika antrean lebih dari batas tertentu.

Dilanjutkan Arie, untuk menga¬tasi kemacetan di gerbang tol keluar Brebes Timur atau Brexit, pihaknya sangat bergantung dari pengaturan lalu lintas, lantaran pengerjaan fly over di kawasan tersebut belum rampung.

Antisipasinya, kalau daerah tersebut penuh, maka jangan dialirkan ke sana. Kami menyiapkan peralatan untuk membantu kepolisian dalam mengatur lalu lintas,” terang Arie.

Selain kesiapan jalan tol, Arie mengungkapkan pihaknya pun menyiapkan berbagai jalur alternatif di luar tol bagi pengguna jalan. Pihaknya juga sudah meminta ada perbaikan jalan di berbagai jalur di luar tol dari Bekasi ke Karawang sehingga pemudik yang memakai kendaraan roda empat bisa memanfaatkannya sebagai jalan alternatif.

Untuk kesiapan jalur pantura dan jalur selatan Jawa, dia me¬nyam¬paikan secara umum jalur tersebut sudah siap untuk dilalui dan dipergunakan. Perbaikannya sendiri sudah dilakukan secara optimal baik dari kualitas jalan maupun sistem drainase-nya.

”Kalau jalur selatan, kami juga menyiapkan pansela (pantai selatan) lanjutan semuanya. Meski beberapa belum tembus tetapi bisa masuk dulu hingga Jawa Tengah dan balik lagi ke jalan pansela-nya sendiri. Kalau Jawa Barat semua sudah tembus,” ucap dia. ***




Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

Muktamar NU Turut Gerakan Ekonomi Masyarakat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:22

Puan Anggap Santai Ocehan Budi Arie soal Percepatan Pemilu

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:11

Ada Angka Favorit Prabowo di Balik Muktamar NU

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:09

Bisnis Makin Kompleks, Profesi PPGA Disiapkan untuk Kelola Risiko Kebijakan dan Politik

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

Prabowo Tiba di Lokasi Muktamar ke-35 NU, Disambut Rais 'Aam hingga Gus Yahya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

LKPP 2025 Kembali Raih WTP ke-10 Sejak 2016, Ini Catatan Purbaya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:54

Menkop Ingin Koperasi dan Pariwisata Kerek Ekonomi Daerah

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

IPW Minta Dugaan Penipuan Rp58,5 Miliar Libatkan Perwira Polri Diuji Profesional

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

KPK Panggil Mantan Pj Bupati Muara Enim Hingga Petinggi Swasta di Kasus Suap Edison

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:46

Jangan Sampai UU Perampasan Aset Buka Celah Penyalahgunaan Wewenang

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:43

Selengkapnya