Berita

Net

Nusantara

Aksi 1212, Pelapor Ahok: Inilah Revolusi Mental Yang Sesungguhnya

SENIN, 12 DESEMBER 2016 | 21:48 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Gerakan Shalat Shubuh Berjamaah yang digelar di berbagai Daerah (Senin, 12/12) menjadi energi baru yang luar biasa dahsyat bagi umat Islam. Apalagi gerakan 1212 ini merupakan aksi pertama setelah Aksi Bela Islam III pada Jumat (2/12) lalu.

"Gerakan ini sangat bagus," jelas salah seorang pelapor kasus penistaan agama, Pedri Kasman, siang tadi.

Pasalnya, salah satu kekuatan umat Islam itu adalah jika shalat subuh berjama'ah di masjid. Subuh adalah waktu dimulainya aktifitas harian. Jika subuh-subuh sudah ke masjid, produktifitas umat akan meningkat. Daya juang dan daya saingnya akan sangat bagus.


"Gerakan ini harus didukung. Inilah revolusi mental yang sesungguhnya," ucap Sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah ini.

Menurutnya, tanpa disadari dengan gerakan-gerakan yang masif dilakukan umat Islam belakangan ini, mulai aksi 1410, 411, 212 dan terakhir hari ini, aksi 1212 sebenarnya proses revolusi itu sedang terjadi di tubuh umat.  

"Inilah revolusi yang sangat mendasar. Revolusi yang datang dari hati, revolusi ilahiah. Revolusi yang diilhami pembelaan terhadap hak asasi yang paling dasar, yaitu agama," ulasnya.

Karena itu pemerintah dan penegak hukum harus betul-betu melihat ini dengan hati pula. Dengan kesadaran penuh akan tugas mereka sesungguhnya untuk malayani rakyat, menghadirkan keadilan sosial bagi semua.

"Keadilan adalah kunci kebangkitan bangsa ini. Itulah yang menjadi tuntutan awal dari semua gerakan di atas. Tanpa keadilan, yakinlah bangsa ini akan selalu terpuruk," ungkap Pedri.

Karena, sambung Pedri, revolusi mental yang digulirkan Presiden Jokowi belum tampak sama sekali di pemerintahannya. Bahkan pada aspek keadilan dan penegakan hukum revolusi mental itu seperti memakan tuannya sendiri.

Justru rakyat melihat pemerintah sedang mempermainkan rasa keadilan itu. Negara ini seperti bukan lagi negara hukum, tapi sudah jadi negara kekuasaan. Kekuasan politik dan kekuasaan modal (uang).

"Justru umatlah yang memulai revolusi mental itu saat ini. Jadi jangan heran jika suara-suara revolusi itu akan tetap menggema sepanjang keadilan tidak tegak di negeri ini. Revolusi ilahiah  atau revolusi apiritual takkan pernah terkalahkan. Yakinlah," demikian Pedri Kasman. [zul]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

PKS Minta Pemerintah Fokus Reformasi Kebencanaan, Bukan Merger Besar-Besaran

Kamis, 10 September 2026 | 10:25

Minyak Dunia Kembali Membara, Rupiah Tertekan ke Rp17.528 per Dolar AS

Kamis, 10 September 2026 | 10:10

Prabowo Bicara Masa Depan RI: 2050 Jadi Kekuatan Besar Dunia

Kamis, 10 September 2026 | 10:06

Usai Tiga Hari Ambruk, Harga Emas Antam Kembali Naik

Kamis, 10 September 2026 | 09:57

KPK Bidik Pemilik PT CMC dan Cara Dapat Proyek di Bengkulu

Kamis, 10 September 2026 | 09:39

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Imparsial: Status Tak Boleh Beri Jalur Hukum Khusus

Kamis, 10 September 2026 | 09:38

IHSG Dibuka Hijau, Investor Cermati Sentimen Global

Kamis, 10 September 2026 | 09:31

Mentan Amran Berduka, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 | 09:18

Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan dalam Demokrasi

Kamis, 10 September 2026 | 09:11

Bupati Lahat: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 10 September 2026 | 09:04

Selengkapnya