Berita

Foto/Net

Olahraga

Polisi Wajib Usut 63 Proyek Bermasalah

Proyek Persiapan Asian Games Dikorup
RABU, 07 DESEMBER 2016 | 08:05 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Penyidik Polda Metro Jaya telah menetapkan status tersang­ka kepada Sekretaris Jenderal Komite Olimpiade Indonesia (Sekjen KOI) Dody Iswandi. Status tersebut ditetapkan terkait dugaan tindak pidana korupsi dana sosialisasi Asian Games 2018. Ia diduga maenyeleweng­kan dana terkait acara karnaval Road To Asian Games di enam kota. Jumlah dana yang diduga diselewengkan mencapai Rp 5 miliar.

Koordinator investigasi Center For Budget Analysis (CBA), Jajang Nurjaman mengatakan, penetapan tersangka merupa­kan langkah awal bagi pihak kepolisian mengembangkan penyidikan lebih lanjut atas kasus tersebut.

"CBA mencatat, ada 63 proyek yang terindikasi bermasalah terkait pelaksanaan Asian Games 2018 senilai Rp 10.086.794.800," ujarnya dalam keterangan per­snya, kemarin.


Proyek tersebut rentan ber­masalah lantaran ada dugaantindakan penyelewengan. Apalagi, proyek tersebut tidak dilaksanakan lewat mekanisme lelang, melainkan penunjukan langsung.

"Modus proyek sebesar Rp 10 miliar lebih ini dilakukan dengan cara dibagi-bagi da­lam 63 paket pekerjaan," kata Jajang. Nilai setiap satu paket proyek dihargai sebesar Rp 200 juta untuk menghindari adanya proyek lelang yang kompetitif.

Proyek persiapan Asian Games XVIII itu seharusnya dilelang ke publik karena ada beberapa kontrak yang memi­liki kesamaan jenis/lingkup pekerjaan yang seharusnya tidak dipecah-pecah.

Proyek tersebut dapat dikelompokkan dalam tiga paket pekerjaan yang meliputi event organizer, pekerjaan Olympic Solidarity/Olympic Council of Asia (OS/OCA) Regional Forum, dan pengadaan barang seperti personal komputer, lap­top, infocus, scanner, pakaian batik, kaos, jam tangan, dan lainnya.

"Semua itu terindikasi ada upaya pemecahan paket pekerjaan agar pemilihan penye­dia barang/jasa tidak dilaksanakan lewat lelang," katanya.

Untuk itu, CBA meminta Polda Metro Jaya menyelidiki 63 proyek untuk persiapan Asian Games 2018 tersebut. "Hal ini sangat memalukan buat bangsa ini, masa Asian Games XVIII belum dilaksanakan, tapi sudah tercium potensi kebocoran uang negara," imbuhnya.  ***

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Miris! Hafalan Al-Qur’an Jadi Bahan Permainan

Kamis, 13 Agustus 2026 | 02:11

OJK Dukung Pemprov DKI Terbitkan Obligasi Daerah

Kamis, 13 Agustus 2026 | 02:00

Jangan Main Hakim Sendiri terkait Kasus Hafalan Al-Qur'an Berhadiah Miras

Kamis, 13 Agustus 2026 | 01:48

Dua ASN Ditjen Pajak Jadi Tersangka Korupsi PT TPL

Kamis, 13 Agustus 2026 | 01:23

Tak Ditemukan Luka Luar di Jenazah Sutrimo

Kamis, 13 Agustus 2026 | 01:06

Pemprov DKI Pastikan Miliki Kapasitas Keuangan Terbitkan Obligasi

Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:26

Walkot Jakut Imbau Masyarakat Tetap Tenang soal Kasus Promosi Miras di Ancol

Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:19

Kemendag Perluas Akses Pasar Produk UMKM dengan Libatkan Ritel Modern

Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:02

Furikake dan Tantangan Pangan Bergizi: Jangan Berhenti pada Produknya

Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:51

Utang Pemerintah Tembus Rp10.000 Triliun

Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:41

Selengkapnya