Berita

Alfred Riedl/Net

Olahraga

INDONESIA VS VIETNAM

Menanti Eksperimen Alfred Riedl

SABTU, 03 DESEMBER 2016 | 18:13 WIB

Beberapa saat lagi, tim nasional (Timnas) Indonesia akan melakoni laga leg pertama menghadapi Vietnam di Stadion Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat (Jabar), pada partai semifinal Piala AFF 2016.

Timnas Indonesia dipastikan tanpa skuad terbaik. Dua bek andalan Merah Putih, Rudolof Yanto Basna dan Fachrudin Aryanto, yang selama ini selalu dipercaya Alfred Riedl menggalang pertahanan timnas dipastikan absen.

Tanpa dua bek andalannya sekaligus memaksa Riedl sebagai juru taktik harus memutar otak. Pilihan tersisa kini hanya ada tiga, Hansamu Yama, Gunawan Dwi Cahyo dan Manahati Lestusen.


Pelatih asal Austria harus jeli memilih dua di antaranya sebagai pengganti Yanto Basna dan Fachrudin. Pilihan yang tentunya tidak mudah. Ketiga pemain tersebut juga masih minim jam terbang. Bahkan Hansamu Yama belum pernah sekalipun memperkuat timnas.

Kendati demikian Riedl pantas memberikan kesempatan terhadap Hansamu. Meski belum menjalani debut di timnas senior, pemain Barito Putera itu merupakan salah satu opsi terbaik yang dimiliki Riedl saat ini.

"Vietnam tim yang kuat, mereka hampir tak memiliki kelemahan. Tapi, ketika Anda memainkan leg pertama di kandang maka Anda harus mencetak gol tanpa membatasinya dan meminimalisir peluang lawan untuk bisa mencetak gol," ungkap mantan pelatih Vietnam itu.

Hansamu sudah membuktikan kapasitasnya sebagai bek masa depan Indonesia. Di level junior dia merupakan andalan di berbagai jenjang usia, mulai dari timnas U-19 dan U-23.

Kiprahnya juga cukup menjanjikan. Gaya permainannya berbeda dengan pemain bertahan timnas lainnya, sehingga dapat memberikan warna berbeda. Riedl tinggal menentukan siapa yang menjadi pendamping.

Namun jika dilihat dari pengalaman dan gaya bermain, Riedl layak mempercayakan duet Hansamu dan Manahati. Keduanya memiliki gaya berbeda. Hansamu merupakan tipikal bek modern yang dapat mengatur tempo dan mengalirkan bola dari belakang.

Sementara Manahati, meski tidak memiliki tubuh ideal sebagai pemain bertahan namun mempunyai kekuatan fisik. Pemain PS TNI itu juga memiliki lompatan yang tinggi sehingga dapat mengatasi bola udara. Selain itu Manahati juga kuat ketika duel satu lawan satu.

Dengan duet Hansamu-Manahati, ketaguhan lini belakang Indonesia akan tetap terjaga. Ditopang Abdul Lestaluhu dan Benny Wahyudi di sisi pertahanan, timnas dipercaya dapat mengatasi gaya permainan cepat ala Vietnam.

Untuk posisi penjaga gawang, Riedl juga perlu memberikan kesempatan terhadap pemain lain. Kurnia Meiga yang tampil kurang memuaskan di penyisihan grup layak diparkir dengan memberi kesempatan kepada Andritany Ardhiyasa maupun Teja Paku Alam.

Sementara di lini tengah Riedl juga harus melakukan perombakan jika tidak ingin permainan dikuasai Vietnam. Pelatih 67 tahun harus memasang dua gelandang dengan tipikan bertahan. Duet Bayu Pradana dan Dedi Kusnandar layak dipercaya sebagai inovasi baru.

Dengan demikian Stefano Lilipaly dapat lebih bebas berkreasi, mengalirkan bola dari lini tengah. Dimana untuk tiga juru gedor layak dipercayakan terhadap Andik Vermansyah, Ferdinan Sinaga dan Boaz Solossa.

Evan Dimas dan Lerby Eliandry Pong Babu dapat menjadi opsi jika timnas mengalami kebuntuan. [sam]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

KPK Panggil Pejabat Perum Bulog di Kasus Korupsi Penyaluran Bansos Beras

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:27

DPR Terima Masukan Buruh untuk RUU Ketenagakerjaan, FSP BUMN Bersatu Ikut Hadir

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:22

GOTO Bantah Didepak MSCI karena Kinerja, Sebut Keputusan Bersifat Teknis

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:17

Bos Narkoba Kampung Bahari Ditangkap Saat Penggerebekan

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:11

KPK Periksa Ketua DPD PAN Jakut Bebizie Sri Mulyati di Kasus Rita Widyasari

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:05

Penangguhan Bansos Pelaku Judol Harus Beri Efek Jera

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:33

Calon Hakim Agung Hari Sih Advianto Tawarkan Desain Baru Hukum Pajak

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:28

Pemberdayaan Perempuan Lewat MBG Perkuat Kesejahteraan Keluarga

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:24

Ini Alasan MSCI Depak GOTO dari Indeks

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:20

Bantah Kejar Pajak Kontrakan, Purbaya: Nggak Ada Perintah Itu

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:17

Selengkapnya