Berita

Hukum

Tiba-Tiba Pihak Bus Tak Berani Bawa Warga Muhammadiyah Gresik Ke Jakarta

KAMIS, 01 DESEMBER 2016 | 21:32 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Sebanyak 56 warga Muhammadiyah Gresik batal ke Jakarta untuk mengikuti Aksi Bela Islam III di kawasan Monas, Jakarta, besok (2/12).

Sedianya mereka berangkat pukul 07.00 Wib tadi pagi dengan menyarter sebuah bus.

Namun tiba-tiba pada malam hari sebelum jadwal pemberangkatan, pihak bus membatalkan. Alasannya, mereka tak berani.


"Kita dihubungi oleh pihak PO (Perusahaan Otobus), (mereka) nggak berani antar kita," jelas Juanto saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat tadi.

Juanto merupakan koordinator pemberangkatan warga Muhammadiyah Gresik ke Jakarta.

Saat ditanya kenapa pihak bus tak berani membawa mereka, dia menjawab diplomatis. "Tanya pihak PO-nya aja langsung mas," elaknya.

Yang jelas mereka hanya bisa pasrah. "Karena mereka nggak berani, saya tidak bisa memaksa," ucap Komandan KOKAM Gresik ini.

Meski begitu, dia sendiri masih berupaya untuk bisa ikut dalam aksi besok. Salah satu pilihan moda transportasinya adalah menggunakan pesawat. "Belum tahu. Bisa malam ini (berangkat)," tandasnya.

Sebelumnya, pihak Polri memang sempat melarang perusahaan bus membawa umat Islam dari daerah yang akan ikut Aksi 211. Namun, larangan tersebut dicabut setelah ada pertemuan dengan pihak GNPF MUI pada Selasa (29/11) lalu. [zul]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

PKS Minta Pemerintah Fokus Reformasi Kebencanaan, Bukan Merger Besar-Besaran

Kamis, 10 September 2026 | 10:25

Minyak Dunia Kembali Membara, Rupiah Tertekan ke Rp17.528 per Dolar AS

Kamis, 10 September 2026 | 10:10

Prabowo Bicara Masa Depan RI: 2050 Jadi Kekuatan Besar Dunia

Kamis, 10 September 2026 | 10:06

Usai Tiga Hari Ambruk, Harga Emas Antam Kembali Naik

Kamis, 10 September 2026 | 09:57

KPK Bidik Pemilik PT CMC dan Cara Dapat Proyek di Bengkulu

Kamis, 10 September 2026 | 09:39

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Imparsial: Status Tak Boleh Beri Jalur Hukum Khusus

Kamis, 10 September 2026 | 09:38

IHSG Dibuka Hijau, Investor Cermati Sentimen Global

Kamis, 10 September 2026 | 09:31

Mentan Amran Berduka, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 | 09:18

Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan dalam Demokrasi

Kamis, 10 September 2026 | 09:11

Bupati Lahat: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 10 September 2026 | 09:04

Selengkapnya