Berita

Nasaruddin Umar/Net

Merawat Toleransi (2)

Pluralisme Sebagai Sunnatullah

RABU, 23 NOVEMBER 2016 | 08:34 WIB | OLEH: NASARUDDIN UMAR

JIKA dicermati, kitab suci paling banyak membahas toleransi dan pluralisme ialah Al-Qur’an. Sepertinya Al-Qur’an penuh percaya diri dan sekaligus mende­klarasikan dirinya sebagai agama terbuka untuk berb­agai paham dan pemikiran. Mungkin itulah hikmah Al- Qur'an sebagai kitab suci akhir zaman yang bersedia berdialog dengan tuntutan zamannya. Jika Al-Qur'an sudah membuka diri sedemiki­an lebar terhadap perbedaan dan pluralitas, maka semestinya umatnya juga menempuh sikap yang sama: terbuka dan penuh kelapan­gan dada menerima pluralitas dan heterogeni­tas masyarakat.

Di antara dalal-dalil agama yang penting un­tuk dicerna ialah sebagai berikut: "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang de­mikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui" (Q.S. al- Rum/30: 22). Ayat lain dikatakan: Lakum dinu­kum wa liyadin (Untukmu agamamu dan un­tukku agamaku). Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supa­ya kamu saling kenal mengenal. Sesungguh­nya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. (Q.S. A-Hujurat/49:13). Dalam ayat lain ditegaskan lagi: Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apak­ah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman se­muanya? (Q.S. Yunus/10:99). Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepa­da orang yang kamu kasihi, tetapi Allah mem­beri petunjuk kepada orang yang dikehendaki- Nya, (Q.S. al-Qashash/28:56).

Pluralisme dalam pandangan ulama tasawuf juga mencerminkan nama-nama indah Tuhan (al-Asma' al-husna'). Dalam 99 nama di dalam­nya terdapat sejumlah nama-namanya yang berbeda satu sama lain. Di antara nama-nama tersebut ada yang kontradiktif satu sama lain. Ada Yang Maha Awal (al-Awwal) tetapi ada Yang Maha Akhir (al-Akhir), ada Yang Maha Dhair (al-Dhahir), ada Yang maha Menghidup­kan (al-Hayy) dan ada Yang Maha Mematikan (al-Mumit). Ada Yang Maha Pemberi Petunjuk (al-Hadi) dan ada Yang Maha Membingunkan (al-Mudhil), dan ada Yang Maha Lahiria (al-Dha­hir) dan ada Yang Maha Mematikan (al-Mumit), dan seterusnya. Makhluknya juga berbed-beda satu sama lain. Meskipun berbeda-beda tetapi keseluruhan nama-nama tersebut tetap di bawah bingkai Lafz al-Jalalah, ALLAH. Dalam kehidupan kita di level bawah juga ada Bhin­neka Tunggal Ika yang maknanya menyerupai konsep Al-Asma’ al-Husna.


Di dalam ayat lain Allah Swt lebih tegas me­nekankan bahwa perbedaan setiap umat su­dah dirancang sedemikian rupa: "Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah mengh­endaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu ter­hadap pemberian-Nya kepadamu, maka ber­lomba-lombalah berbuat kebajikan" (Q.S. al-Maidah/5:48). Dalam ayat lain Allah Swt memberikan suatu pernyataan indah: "Jangan­lah kamu (bersama-sama) masuk dari satu pin­tu gerbang, dan masuklah dari pintu-pintu ger­bang yang berlain-lain". (Q.S. Yusuf/12:67).

Selain ayat-ayat tersebut di atas, terdapat juga sejumlah hadis dan pengalaman Nabi Mu­hammad Saw. Di antaranya yang sangat penting ialah Nabi sangat respek terhadap tokoh-tokoh agama lain. Nabi sering dikunjungi tokoh lintas agama di rumahnya (Raudhah) dan ia sendiri langsung menjamu mereka di masjid­nya. Nabi juga selalu mewanti-wanti kepada para prajuritnya sebelum berangkat ke medan perang agar jangan mengganggu anak-anak, kaum perempuan, dan penghuni non-muslim tetapi kooperatif dengan umat Islam.

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

UPDATE

Dubes Iran Halalbihalal ke Kediaman Megawati

Sabtu, 21 Maret 2026 | 12:03

Idulfitri 1447 H, Cak Imin: Saatnya Saling Memaafkan dan Merawat Persaudaraan

Sabtu, 21 Maret 2026 | 12:00

Prabowo Sebut Pemulihan Aceh Tamiang Nyaris Rampung

Sabtu, 21 Maret 2026 | 11:55

Megawati Rayakan Idulfitri Bersama Keluarga dan Sahabat Terdekat

Sabtu, 21 Maret 2026 | 11:40

Pesan Gibran di Idulfitri: Jaga Persatuan dan Kebersamaan

Sabtu, 21 Maret 2026 | 11:32

IEA Ajak Warga Dunia Kerja dari Rumah demi Redam Harga Energi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 10:49

Iran Klaim Kemenangan, Mojtaba Sebut Musuh Mulai Goyah

Sabtu, 21 Maret 2026 | 10:20

Prabowo Halalbihalal dan Bagi Sembako ke Warga Aceh Tamiang

Sabtu, 21 Maret 2026 | 09:58

Harga Minyak Turun Tipis ke Kisaran 109 Dolar AS

Sabtu, 21 Maret 2026 | 09:47

Pesan Idulfitri: Lima Pelajaran Ramadan untuk Kehidupan yang Lebih Bertakwa

Sabtu, 21 Maret 2026 | 09:39

Selengkapnya