Berita

Olahraga

Kemenpora Sinkronkan Program Dengan Dispora Se-Indonesia

MINGGU, 20 NOVEMBER 2016 | 11:07 WIB | LAPORAN:

Terobosan dilakukan Kemenpora agar kegiatan pada 2017 maksimal. Tidak hanya ramai di pusat tapi juga bersinergi dengan daerah.

Kementerian yang membawahi pemuda dan olahraga ini pun mengundang 34 perwakilan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) provinsi di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, 18-19 November.

Agenda utama dari acara ini adalah rapat koordinasi dan sinkronisasi vertikal kelembagaan dan program Kementerian Pemuda dan Olahraga. Tujuannya, seluruh program, baik mengenai kepemudaan maupun keolahragaan, bisa sinkron dari pusat hingga ke daerah dan kegiatan yang dijalankan mulai tahun depan tidak melenceng dari jalur. Mengingat, mulai tahun depan sistem anggaran tidak memakai fornula money follow function tapi money follow program.


Acara ini sedianya dibuka oleh Menpora Imam Nahrawi. Namun Menteri asal Bangkalan, Madura, itu belum tiba di lokasi acara ketika peserta sudah berkumpul sehingga pembukaan acara dilakukan Plt Sesmenpora Yuni Poerwanti. Perwakilan 21 dari 34 dinas pemuda dan olahraga se-Indonesia ikut serta, masing-masing daerah mengirimkan perwakilan dua orang.

"Kami benar-benar ingin sinergi ini terwujud, mulai dari provinsi hingga kabupaten/kota. Ini sebuah momentum yang kami curi, kenapa? Karena kalau awal tahun, Bapak Ibu dari provinsi tentu sudah menyusun program yang belum tentu sama dengan program-program yang ada di Kemenpora," tutur Yuni dalam sambutannya.

Lanjut Yuni, para peserta sepulangnya dari acara ini bisa menginformasikan kepada jajarannya di tingkat kabupaten dan kota. Program-program yang bisa dijalankan bersama-sama, antara lain program pemuda antinarkoba, jambore pemuda Indonesia hingga Gowes Nusantara. Untuk memantapkan Rakor, pihak Kemenpora mengundang sejumlah narasumber untuk berbicara di hadapan peserta. Mereka berasal dari Bappenas, Kemenpan RB, dan Kemendagri.[wid]


Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya