Berita

Publika

Fitnah Ahok Pada Warga Tionghoa

SABTU, 19 NOVEMBER 2016 | 11:43 WIB

KASUS Ahok dalam penistaan agama masih terus bergulir. Setelah ditetapkan menjadi tersangka banyak orang berharap bahwa Ahok akan lebih berhati-hati dalam berbicara.

Apakah harapan itu bisa terwujud dalam waktu singkat? Para psikolog dan psikiater mungkin hanya bisa senyam-senyum mendapat pertanyaan itu. Kenapa? Konon kabarnya mereka tahu untuk merubah karakter seseorang, diperlukan waktu yang cukup lama. Tidak bisa instan atau dalam waktu berbilang hari.

Nggak percaya? Baru saja Ahok berbicara lagi bahwa para demonstran 411 itu mendapat bayaran. Astagfirullah.


Akibatnya? Ahok dilaporkan lagi oleh sekelompok masyarakat karena berbicara di luar kendali dan tanpa bukti. Oleh karena itu kelompok masyarakat itu melaporkan Ahok lagi dan mendesak agar Ahok segera ditahan.

Kenapa mendesak segera ditahan? Karena Ahok tetap tidak bisa merubah gaya bicaranya yang membahayakan dan senantiasa memproduksi kekerasan verbal yang bisa menodai keragaman Indonesia tercinta.

Lebih parahnya, ini bisa menjadi bumerang atau fitnah bagi warga negara keturunan. Kenapa? Karena dikhawatirkan sikap Ahok ini dianggap sebagai setali tiga uang, atau sama dengan warga keturunan Tionghoa yang lain. Padahal tidak semua warga keturunan punya karakter seperti Ahok. Masih ada warga keturunan Tionghoa yang punya karakter bagus.

Memang, Ahok harus dihentikan sebelum banyak luka-luka baru yang timbul lagi.
Wallahu'a'lam. [***]


Mbah Rono
Ndalem Kasuranan, Yogyakarta

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya