Ferdinand Hutahaean/Net
Ferdinand Hutahaean/Net
SETELAH Ahok ditetapkan sebagai tersangka penistaan agama oleh Polri, situasi di tengah publik mengalami perubahan. Kesepakatan para penulis skenario bersama para aktor dan aktris lakon drama bertajuk tersangka itu dibumbui dengan pernyataan-pernyataan yang memojokkan para penuntut penegakan hukum dan para pencari keadilan.
Ada dua hal yang sangat mengganggu rasa keadilan menyikapi bergulirnya episode baru drama bertajuk tersangka ini. Pertama, seolah pemberian gelar tersangka itu telah menyelesaikan proses hukum kepada Ahok sehingga publik tidak boleh lagi unjuk rasa dan harus diam. Kedua, jika masih melakukan unjuk rasa maka para demonstran adalah separatis atau pemecah belah NKRI.
Dua hal tersebut sangat mengganggu bahkan membuat nalar menjadi frustasi melihat sikap rezim ini. Begitu mudahnya menganggab proses hukum telah memenuhi rasa keadilan pendemo dan begitu mudahnya menuduh yang akan demo itu adalah separatis pemecah belah NKRI. Apa bedanya rezim ini dengan kaum radikal intoleran yang begitu mudah mencap pihak lain yang tidak sama dengan mereka sebagai musuh dan halal darahnya?
Populer
Selasa, 07 April 2026 | 05:19
Senin, 06 April 2026 | 05:31
Selasa, 07 April 2026 | 12:34
Selasa, 07 April 2026 | 11:04
Rabu, 08 April 2026 | 05:43
Senin, 13 April 2026 | 14:18
Senin, 06 April 2026 | 16:10
UPDATE
Kamis, 16 April 2026 | 08:14
Kamis, 16 April 2026 | 08:12
Kamis, 16 April 2026 | 07:55
Kamis, 16 April 2026 | 07:35
Kamis, 16 April 2026 | 07:20
Kamis, 16 April 2026 | 07:07
Kamis, 16 April 2026 | 06:53
Kamis, 16 April 2026 | 06:25
Kamis, 16 April 2026 | 05:59
Kamis, 16 April 2026 | 05:45