Berita

Politik

Siapa Yang Membisiki Jokowi Agar Meninggalkan Istana Saat Aksi 411?

JUMAT, 11 NOVEMBER 2016 | 15:34 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Presiden Joko Widodo seharusnya menemui perwakilan pengunjuk rasa dalam aksi Bela Islam IV pada Jumat (4/11) lalu. Diperkirakan lebih dari dua juta orang ikut dalam demonstrasi tersebut.

Bahkan menurut pakar politik, Siti Zuhro, Presiden semestinya ikut shalat Jumat di Masjid Istiqlal, titik kumpul massa aksi.

"Jadi tidak perlu menghadap ke Istana. Itu kepemimpinan yang mengayomi, memperlakukan warga negara setara, tidak pilih kasih," jelas Siti dalam perbincangan dengan Kantor Berita Politik RMOL (Jumat, 11/11).


Karena Siti menganalogikan Indonesia sebagai sebuah rumah tangga. Ada bapak, yaitu Presiden dan anak, dalam hal ini rakyat yang berjumlah 250 juta orang.

"Nah, saat ini ada (anak) yang silang pendapat, bagaimaan Bapak ini memperlalukan? Lah ini kok tinggal di Cengkareng," ucapnya.

Dia mengakui Jokowi memutuskan meninggalkan Istana untuk melihat perkembangan proyek kereta listrik di Bandara Soekarno-Hatta berdasarkan masukan dari bawahannya. Misalnya dari BIN, Kepolisian, atau unit lainnya.

"Tapi bagaimana pun juga Presiden harus visioner, semua masukan dipertanyakan. Mengapa dan apa dampaknya kalau tidak menemui. Kalau jadi lebih baik, apa indikasinya. Dipertanyakan terus sampai menemukan bukti-bukti, prediksi yang lebih akurat," ungkapnya.

Presiden harus kritis karena pada akhirnya yang bertanggung jawab adalah Presiden. Meski demikian, pihak yang memberi masukan tersebut juga harus dimintai pertanggungjawaban.

"Ini siapa yang memberi nasihat, harus dipertanggungjawabkan," tandasnya.

Saat aksi tersebut, Presiden memerintahkan Menkopolhukam Wiranto serta Mensesneg Pratikno menerima pengunjuk rasa. Namun pengunjuk rasa bersedia kalau Wakil Presiden Jusuf Kalla yang menerima.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung sebenarnya ingin kembali ke Istana. Namun karena jalan yang akan dilalui dianggap berada dalam situasi tak memungkinkan, Paspampres Jokowi RI 1 tidak kembali dulu ke Istana. "Jadi itu tak dilakukan," ujar Pramono. [zul]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

PKS Minta Pemerintah Fokus Reformasi Kebencanaan, Bukan Merger Besar-Besaran

Kamis, 10 September 2026 | 10:25

Minyak Dunia Kembali Membara, Rupiah Tertekan ke Rp17.528 per Dolar AS

Kamis, 10 September 2026 | 10:10

Prabowo Bicara Masa Depan RI: 2050 Jadi Kekuatan Besar Dunia

Kamis, 10 September 2026 | 10:06

Usai Tiga Hari Ambruk, Harga Emas Antam Kembali Naik

Kamis, 10 September 2026 | 09:57

KPK Bidik Pemilik PT CMC dan Cara Dapat Proyek di Bengkulu

Kamis, 10 September 2026 | 09:39

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Imparsial: Status Tak Boleh Beri Jalur Hukum Khusus

Kamis, 10 September 2026 | 09:38

IHSG Dibuka Hijau, Investor Cermati Sentimen Global

Kamis, 10 September 2026 | 09:31

Mentan Amran Berduka, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 | 09:18

Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan dalam Demokrasi

Kamis, 10 September 2026 | 09:11

Bupati Lahat: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 10 September 2026 | 09:04

Selengkapnya