Berita

Politik

Eko Suwanto Ajak Kaum Muda Perkuat Jiwa Nasionalis

MINGGU, 30 OKTOBER 2016 | 02:16 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Dalam perjalanan sejarah Indonesia, kaum muda memiliki peran strategis yang tiap zaman punya tantangan berbeda.  Jika di masa perjuangan kemerdekaan, kaum muda melawan penjajah dan membawa Indonesia merdeka, kini tugas kesejarahan kaum muda punya tantangan baru.

"Apa yang penting digelorakan oleh kaum muda sekarang? Ada banyak tantangan butuh peran pemuda di masa kini. Salah satunya adalah untuk jaga Indonesia yang beragam, berbhinneka dalam bingkai NKRI," kata Eko Suwanto, politisi muda PDI Perjuangan di Lodji Gandrung Solo (Sabtu, 29/10).

Kegiatan dialog yang sekaligus jadi ajang peringatan 88 Tahun Sumpah Pemuda ini  diikuti oleh aktifis muda dari lembaga kemahasiswaan dari berbagai kampus di Solo. Turut berbicara yaitu Aria Bima, anggota DPR RI dan seorang akademisi MT Arifin.


Eko Suwanto yang dalam keseharian bekerja sebagai Ketua Komisi A, DPRD DIY menyebutkan sejumlah tantangan saat ini harus disikapi oleh kaum muda.

Maraknya model penjajahan baru berupa neo imperialisme dalam praktek regulasi pro neolib,  utang luar negeri, investasi asing, liberalisasi finacial & moneter, ancaman lainnya adalah individualisme, narkoba, terorisme hingga masalah radikalisme butuh sikap kritis dari pemuda Indonesia.

Eko Suwanto menyebutkan terkait fenomena Gafatar yang diikuti oleh banyak orang muda padahal memiliki paham yang menyimpang.

"Saya tidak habis pikir bagaimana Gafatar bisa hilangkan rasionalitas, pengikutnya relakan kehilangan harta dan bergabung dengan organisasi model begitu. Ini pengikutnya tersebar di berbagai kota. Masalah pidana yang menjerat pimpinan Gafatar sedang ditangani Bareskrim Polri.," kata Eko Suwanto.

Terkait beragam masalah kebangsaan, kaum muda harus membiasakan diri untuk bisa jadi pelopor. Salah satunya dengan membekali diri pembentukan karakter dan menumbuhkan jiwa nasionalis.  Pemuda Indonesia, terutama kaum muda yang berjiwa nasionalis harus punya pemahaman ideologi, berpihak kepada mereka yang miskin.

"Idealnya pemuda Indonesia itu harus  punya keberpihakan kepada marhaenisme, pilihan membebaskan si miskin agar lebih bermartabat hidupnya. Secara ideologi bekali dengan nilai Pancasila, UUD 1945, selalu jaga bhinneka tunggal ika," kata Eko Suwanto.

Mengutip apa yang diidealkan oleh Proklamator RI, mewujudkan masyarakat Indonesia atau kondisi rakyat Indobesia yang adil dan makmur bisa dicapai jika kaum muda berada di garis depan melawan penjajah.

"Rakyat yang dijajah hanya bisa mematahkan perlawanan kaum imperialis terhadap pekerjaan memperbaiki kembali semua susunan pergaulan hidup nasionalnya, dengan mengambil kekuasaan pemerintah, yakni dengan kekuasaan politik. Itu pesan Bung Karno dalam Indonesia Menggugat. Kita harap Jokowi bisa laksanakan amanat Bung Karno ini," kata Eko Suwanto.

Aria Bima, anggota DPR RI menegaskan jika melongok peran kaum muda, memang banyak tugas sejarah harus diseleaikan. Sejarah pergerakan pemuda Indonesia, ini harus dikenalkan kepada mahasiswa.

"Kita dulu akrab dengan diskusi dan dialog bersama elemen mahasiswa meski beda organisasi ekstra. Saya GMNI bisa buka diri terhadap mereka yang berbeda paham. Kini juga kita terus intens saling berdiskusi untuk urusan kebangsaan. Kenapa kaum muda berjuang? Tiap zaman punya tantangan berbeda, bingkai ideologi kita ya Pancasila," kata Aria Bima.

MT Arifin juga menggaris bawahi bahwa kaum muda berperan strategis dalam ranah kebangsaan Indonesia. Forum dialog kebangsaan harus sering dilakukan agar kaum muda memahami posisinya dan mampu berbuat nyata selesaikan masalah bersama.

"Saya kira tiap periode sejarah Indonesia peran kaum muda begitu penting," kata MT Arifin. [ysa]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Steve Hanke Ungkit Lagi Keputusan IMF 1998, Klaim Rupiah Bisa Setara Dolar AS

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:12

Gibran Ingin Generasi Muda Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:06

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Kesiapan SAF dan Operasional B50 di Jawa Timur

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:57

Wall Street Berpesta! Dow Cetak Rekor

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:53

Nasib Nadiem Ditentukan di Sidang Vonis Hari Ini

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:42

Kekayaan AHY Naik Hampir Enam Kali Lipat, Kini Tembus Rp118,65 Miliar

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:29

STOXX 600 Menguat Tipis, Saham Teknologi dan Energi Topang Bursa Eropa

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:24

Jerman Tumbang, Paraguay Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:14

Pimpin BEI 2026-2030, Jeffrey Hendrik Targetkan Pasar Modal Indonesia Tembus 10 Besar Dunia

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:02

Dana GCA Diklaim Bisa Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

Selasa, 30 Juni 2026 | 06:48

Selengkapnya