Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Kamus Rusia-Indonesia Diluncurkan Di Tengah Hari Sumpah Pemuda

MINGGU, 30 OKTOBER 2016 | 00:46 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Untuk memenangkan persaingan dewasa ini, generasi muda dituntut memiliki integritas tinggi, keahlian dan intelektual yang mumpuni, serta karakter kepemimpinan yang profesional.

Demikian disampaikan Dubes RI untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, Wahid Supriyadi, saat menyampaikan dalam rangka emperingati Hari Sumpah Pemuda ke-88 yang bertema "Pemuda Indonesia Menatap Dunia" KBRI Moskow dan Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Rusia (Permira) di Wisma Duta KBRI Moskow, Rusia (28/10).

"Jika founding fathers kita 88 tahun lalu telah menginsyafi pentingnya satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa persatuan Indonesia dalam mewujudkan mimpi kemerdekaan Indonesia kelak di tahun 1945, generasi muda sekarang juga harus berani bermimpi menjadikan Indonesia lepas dari berbagai ketertinggalan dan menjadi bangsa yang sejajar dengan bangsa maju lain di dunia," ujar Dubes Wahid.


Sarasehan Sumpah Pemuda ke-88 di Moskow menghadirkan 6 pembicara, yakni Juniar Laraswanda Umagapi, mahasiswi Public Policy and Political Analysis Higher School of Economics (HSE); Resiyaman Patrick Oratmangun, mahasiswa jurusan bisnis internasional HSE; Robby Ari Hidayat, mahasiswa Rostov State Transport University; Michael Ariefyanto Wibowo, mahasiswa St. Petersburg Polytechnic University Peter The Great; Dwi Rahayu, mahasiswi National Research Nuclear University; serta Siddhi Andhika, alumnus kedokteran UI.

Pada sore hari sebelumnya, peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-88 juga dimeriahkan dengan peluncuran kamus bahasa Rusia-Indonesia bertempat di kampus Institut Negara Asia-Afrika (ISAA) Moscow State University. Kamus tersebut disusun 4 pakar lingustik Rusia, yakni Dr. Lyudmila Demidyuk, Prof. Aleksander Ogloblin, alm. Igor Kashmadze dan alm. Vladimir Losyagin dengan penyunting penyelia Prof. Dr. Jenny Hardjatno, guru besar UI bidang linguistik bahasa Rusia.

Kamus tersebut memuat 80 ribu entri dan tebal hampir 2000 halaman. Peluncuran kamus Rusia-Indonesia dihadiri sekitar 50 orang dosen dan Indonesianis warga Rusia, mahasiswa ISAA, dosen Universitas Padjadjaran Bandung dan Universitas Pendidikan Indonesia, dan juga beberapa mahasiswa Indonesia. [ysa]

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

UPDATE

Nina Agustina Tinggalkan PDIP, lalu Gabung PSI

Kamis, 05 Maret 2026 | 16:10

KPK Panggil Pimpinan DPRD Madiun Ali Masngudi

Kamis, 05 Maret 2026 | 16:08

Bareskrim Serahkan Rp58 Miliar ke Negara Hasil Eksekusi Aset Judol

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:53

KPK Panggil Lima Orang terkait Korupsi Pemkab Lamteng, Siapa Saja?

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:26

Dua Pengacara S&P Law Office Dipanggil KPK

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:20

Legislator PKS: Bangsa yang Kuat Mampu Produksi Kebutuhan Pokok Sendiri

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:16

Perketat Pengawasan Transportasi Mudik

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:09

Evakuasi WNI dari Iran Harus Lewati Jalur Aman dari Serangan

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:02

BPKH Gelar Anugerah Jurnalistik 2026, Total Hadiah Rp120 Juta

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:01

TNI Tangani Terorisme Jadi Ancaman Kebebasan Sipil

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:00

Selengkapnya