Berita

Munir/Net

Hukum

Pemerintah Punya Kewajiban Tuntaskan Kasus Munir

RABU, 26 OKTOBER 2016 | 20:17 WIB | LAPORAN:

Pemerintah memiliki kewajiban‎ mengusut tuntas kasus pembunuhan aktivis hak asasi manusia Munir Said Thalib. Karenanya, aktor intelektual kasus tersebut harus bisa diungkap.

"Ketika dokumen asli tim pencari fakta (TPF) kasus Munir sudah ditemukan, pemerintah punya kewajiban menindaklanjuti. Kemudian harus diungkap secara tuntas dalang di balik kematian Munir," kata anggota Komisi III DPR Sarifuddin Sudding‎ di Gedung DPR RI, Jakarta (Rabu, 26/10).

Dia menilai, ‎salinan laporan TPF yang dikabarkan hilang bisa menjadi dasar untuk melanjutkan pengusutan kasus pembunuhan Munir hingga tuntas. Hal itu, selama jajaran TPF mengkonfirmasi akurasi salinan dokumen yang ada.‎


"Sepanjang akurasinya dapat dipertanggungjawabkan, kopian itu bisa saya kira menjadi dasar dalam mengungkap," jelas Sudding.

Meski begitu, dokumen TPF itu tidak bisa dijadikan sebagai alat bukti bagi aparat penegak hukum.‎

"Itu hasil tim investigasi menjadi dasar pintu masuk untuk mengungkap yang bertanggung jawab di balik kematian Munir," tegas politisi Partai Hanura tersebut.

Diketahui, dokumen asli laporan TPF kasus Munir dikabarkan hilang. Namun, jajaran Kabinet Indonesia Bersatu di bawah kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono mengantongi salinan dokumen. Nantinya akan diserahkan kepada pemerintahan Joko Widodo.

Munir sendiri meninggal dunia akibat racun arsenik dalam perjalanan menuju Amsterdam untuk melanjutkan pendidikan pasca sarjana pada 7 September 2004 lalu. Pendiri Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak kekerasan (Kontras) itu meninggal dunia di atas pesawat Garuda Indonesia ‎dengan nomor penerbangan GA-974.‎ [wah]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Netanyahu Sebut Perang dengan Iran Belum Usai

Senin, 11 Mei 2026 | 08:20

OJK: Bank Bebas Tentukan Strategi Kredit, Program Pemerintah Hanya Potensi Bisnis

Senin, 11 Mei 2026 | 08:09

Harga Emas Langsung Tergelincir Usai Trump Tolak Tawaran Iran

Senin, 11 Mei 2026 | 07:50

Respons Iran soal Proposal AS Picu Kemarahan Trump

Senin, 11 Mei 2026 | 07:40

Sudah Saatnya Indonesia Berhenti dari Ketergantungan Energi Luar Negeri

Senin, 11 Mei 2026 | 07:27

Pasar Properti Indonesia Menyentuh Titik Jenuh

Senin, 11 Mei 2026 | 07:09

Optimalkan Minyak Jelantah

Senin, 11 Mei 2026 | 06:40

Geoffrey Till: Kekuatan Laut Bukan Sekadar soal Senjata

Senin, 11 Mei 2026 | 06:10

Delegasi Jepang Sambangi Fasilitas BLP Bahas Masa Depan Logistik

Senin, 11 Mei 2026 | 05:59

Ngobrol dengan Nelayan

Senin, 11 Mei 2026 | 05:40

Selengkapnya