Berita

Politik

Cilacap Sangat Strategis Bagi PDI Perjuangan

SELASA, 25 OKTOBER 2016 | 18:04 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. PDI Perjuangan ingin Cilacap menjadi pintu gerbang kemajuan Jawa Tengah. Sehingga bila pasangan calon yang diusung PDI Perjuangan Taufik Nurhidayat dan Faiqoh Subky untuk pilkada Kabupaten Cilacap menang, dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Presiden Jokowi, itu akan jadi satu poros kemajuan pembangunan Cilacap.

"Kehadiran saya bersama dua anggota DPR-RI yaitu Budiman Sudjatmiko dan Adi Sulistyo di Cilacap menunjukan betapa strategis Cilacap bagi PDIP. Koordinasi pembangunan akan lebih baik bila calon PDIP yang menang," kata Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat memberikan pengarahan di rapat kerja daerah khusus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cilacap (Selasa, 25/10).

Selain dihadiri paslon yang diusung, rapat kerja juga dihadiri perwakilan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Nasdem yang menjadi mitra koalisi PDIP dalam mengusung paslon Taufik-Faiqoh yang dalam pengambilan nomor urut hari ini, mendapat normor urut satu. Hasto memotivasi kader PDIP dan paslon untuk tidak kuatir berhadapan dengan calon petahana.


"Mari bersatu padu, calon pemimpin Cilacap sudah disiapkan, bahkan ikut sekolah partai, jadi tidak perlu ragu, selama berjuang maka kemenangan di depan mata. Kami tidak ingin calon PDIP punya utang politik, dan tidak berdaulat," tegasnya.

Hasto juga mengatakan, PDIP menjadikan politik sekedar kekuasaan tapi mengunakannya bagi kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu bagi calon kepala daerah ataupun yang sedang menjabat kepala daerah diingatkan untuk meletakkan masa depan yang lebih baik.

Maka PDIP memberi perhatian kepada ibu hamil dan melahirkan karena generasi baru termasuk di Cilacap akan berdiri sejajar dgn bayi-bayi di luar negeri seperti Singapura bila sejak sekarang memberi perhatian, dan beri kesejahteraan yang baik bagi kaum perempuan. Untuk itu, Hasto mendukung Faiqoh untuk mengangkat isu perempuan yang berdikari dimulai dari rumah tangga.

Sementara Budiman Sudjatmiko saat pengarahan, meminta paslon PDIP itu untuk berani mengeluarkan ide-ide orisinil ditambah dengan riwayat paslon yang bersih.

"Itu merupakan modal meskipun kandidat petahana ada kemungkinan menggunakan mesin birokrasi atau penggunaan money politics sebagaimana sering ditemui dalam sejumlah pilkada," urai Budiman. [ysa]

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

UPDATE

Nina Agustina Tinggalkan PDIP, lalu Gabung PSI

Kamis, 05 Maret 2026 | 16:10

KPK Panggil Pimpinan DPRD Madiun Ali Masngudi

Kamis, 05 Maret 2026 | 16:08

Bareskrim Serahkan Rp58 Miliar ke Negara Hasil Eksekusi Aset Judol

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:53

KPK Panggil Lima Orang terkait Korupsi Pemkab Lamteng, Siapa Saja?

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:26

Dua Pengacara S&P Law Office Dipanggil KPK

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:20

Legislator PKS: Bangsa yang Kuat Mampu Produksi Kebutuhan Pokok Sendiri

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:16

Perketat Pengawasan Transportasi Mudik

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:09

Evakuasi WNI dari Iran Harus Lewati Jalur Aman dari Serangan

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:02

BPKH Gelar Anugerah Jurnalistik 2026, Total Hadiah Rp120 Juta

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:01

TNI Tangani Terorisme Jadi Ancaman Kebebasan Sipil

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:00

Selengkapnya