Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net
Demikian ditegaskan oleh Kabidbin Gakkum Korlantas Polri, Kombespol Dr. Chryshnanda DL, MSi. Ia menjelaskan, reformasi penegakkan hukum dengan bukti pelanggaran (tilang) dilatarbelakangi banyak hal yang dirasakan menjadi potensi berbagai masalah. Antara lain terjadinya pungli, perdebatan yang tak berujung dan saling merasa benar baik dari pelanggar ataupun penegak, penindakan secara manual tidak dapat menindak secara simultan.
"Ketika terjadi pelanggaran lalu lintas, ibaratnya satu ditindak seratus yang lepas atau lolos dari tindakan. Selain itu, sistem peradilan yang berlaku sekarang dirasakan panjang dan jauh dari kondisi yang diharapkan dalam penyelesainnya yakni cepat, aman, dan nyaman. Lha kondisi tidak nyaman ini menjadi sarang calo. Sementara itu, uang denda tilang belum secara maksimal dapat dimanfaatkan sebagai investasi road safety atau keselamatan di jalan," ujar Chryshnanda dalam keterangan beberapa saat lalu (Senin, 24/10).
Populer
Senin, 02 Maret 2026 | 06:59
Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51
Senin, 23 Februari 2026 | 01:19
Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20
Senin, 02 Maret 2026 | 18:54
Senin, 23 Februari 2026 | 03:31
Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37
UPDATE
Jumat, 06 Maret 2026 | 01:58
Jumat, 06 Maret 2026 | 01:39
Jumat, 06 Maret 2026 | 01:10
Jumat, 06 Maret 2026 | 00:55
Jumat, 06 Maret 2026 | 00:31
Jumat, 06 Maret 2026 | 00:08
Kamis, 05 Maret 2026 | 23:45
Kamis, 05 Maret 2026 | 23:21
Kamis, 05 Maret 2026 | 23:05
Kamis, 05 Maret 2026 | 22:58