Berita

Politik

Maruarar Sirait: Tepat, Langkah Jokowi Pilih Panglima TNI Dan Kapolri Terbukti Diapresiasi Publik

MINGGU, 23 OKTOBER 2016 | 17:27 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Presiden Joko Widodo membuat sejarah baru dalam tata kelola pemerintahan. Banyak hal dilakukan Presiden Joko Widodo yang keluar dari kebiasaan lama.

Hal ini misalnya ditunjukkan Jokowi dalam memilih Panglima TNI. Kebiasaan lama, Panglima TNI dipilih berdasarkan sistem urut kacang dan bergantian dari tiap-tiap angkatan. Era Jokowi, hal ini diubah sebab lebih mementingkan sistem meritokrasi dan melihat kaspitas.

Pak Jokowi memilih Panglima TNI, yaitu Jenderal Gatot Nurmantyo, yang merupakan Pangkostrad di era Pak SBY lalu menjadi KSAD. Pak Jokowi memilih Pak Gatot, dari Angkatan Darat. Panglima TNI sebelumnya juga dari Angkatan Darat. Ini bukti Pak Jokowi menilai berdasarkan kemampuan dan kapasitas,” kata politisi PDI Perjuangan, Maruarar Sirait, saat menjadi narasumber dalam hasil survei rilis SMRC terkait dengan Dua Tahun Pemerintahan Jokowi-JK di Jakarta (Minggu, 23/10).


Dan ternyata, pilihan Jokowi ini sangat tepat. Terbukti, pilihan ini mendapat penerimaan dari Senayan dan dukungan dari publik. Bahkan TNI, bersama dengan Presiden dan KPK, menjadi lembaga yang paling dipercaya publik.

Hal yang sama juga, sambung Maruarar dilakukan Jokowi saat memilih Kapolri, Jenderal Tito Karnavian, Jokowi langsung memilih Tito meskipun ada jarak ångkåtan dengan Badrodin Haiti. Namun Jokowi tetap memilih Tito, yang berprestasi saat menjadi Densus 88, Kapolda Papua maupun Kapolda Metro Jaya.

Dan kini Polri sudah melakukan reforms di internal Polri dan judah ada perubahan-perubahan yang berarti,” ungkap Maruarar.

Berdasarkan survey SMRC, masyarakat semakin puas dengan kinerja Jokowi-JK ‎selama dua tahun memimpin bangsa ini. Menurut Direktur Program Saiful Muzani Research and Consulting (SMRC), Sirojuddin Abbas, mayoritas warga atau sekitar 69 persen sangat atau cukup puas dengan kiner‎ja Jokowi-JK.  Ini merupakan tingkat kepuasan tertinggi sejak Jokowi-JK dilantik.

Sirojuddin menjabarkan mayoritas warga atau sekitar 74 persen yakin atas kemampuan Presiden Jokowi memimpin Indonesia ke depan menjadi lebih baik dari sekarang. Sedangkan 63 persen mengaku puas dengan kinerja Jusuf Kalla sebagai wakil presiden.

Jumlah reponden 1220 dengan responden yang dapat diwawancara secara valid sebesar 1035 atau 84,8 persen. Responden terpilih diwawancarai melalui tatap muka oleh pewawancara yang terlatih. Metode yang digunakan multistage random sampling dengan margin of error sebesar plus minus 3,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Wawancara lapangan dilakukan pada 13 hingga 17 Oktober 2016. [ysa]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

Harga Daging Sapi Tembus Rp153 Ribu/Kg, Zulhas Buka Opsi Subsidi APBN-APBD

Selasa, 25 Agustus 2026 | 14:18

LPSK Beri Perlindungan kepada Ferry Hongkiriwang, Saksi Kasus Febrie Adriansyah

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:54

Urusan Gula Konsumsi Aman, Kementan Kini Bidik Target Gula Industri di 2028

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:45

Ahmed al-Sharaa Sambut Keputusan AS Hapus Suriah dari Daftar Sponsor Teror

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:42

Geng Haiti Bantai 40 Pengungsi yang Berlindung di Gereja

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:42

Wajah Baru Jakarta, Wagub Rano Resmikan Jaksinema Pasar Rumput

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:29

BMKG Maksimalkan OMC di Kaltim Sepekan Ini untuk Tangani Karhutla

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:19

Dugaan Setoran Importasi Blueray, KPK Cecar Dua PNS Bea Cukai

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:50

Kasus OTT Unsoed Bisa Saja Terjadi di Kampus Lain

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:46

Perketat Imigrasi, Trump Bersiap Cabut 200 Ribu Visa WNA

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:46

Selengkapnya