Berita

Politik

PDI Perjuangan Tak Mau Terlena

MINGGU, 23 OKTOBER 2016 | 00:10 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. PDI Perjuangan tidak mau terlena dan belajar dari kesalahan masa lalu. Sehingga meskipun berpredikat pemenang pemilu 2014, bukan tidak mungkin mendapat hukuman dari rakyat bila tidak terus berbenah dan melakukan perbaikan. Salah satu bentuknya melalui kaderisasi.

Demikian disampaikan Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat memberikan pengarahan di acara pendidikan kader pratama DPC PDIP Kabupaten Sleman di Sleman, Jogjakarta, Sabtu (22/10).

"PDI Perjuangan intens melakukan kaderisasi agar kader PDIP punya standar etika dan moral yang baik serta memiliki kader militan yg memegang tanggung jawab kerakyatan agar rakyat bisa hidup lbh baik dan lbh bermartabat. Kaderisasi adalag cara terrganisir agar PDIP dapat memenangkan Pemilu 2019" kata Hasto.


Hasto mengingatkan trend pemenang pemilu sejak 1999 yang terus menurun. Pada saat Pemilu 1999, PDIP pernaih meraih suara 33,74 persen. Di Pemilu 2014 saat meraih kemenangan di pileg, raihan suara hanya 18,95 persen.

"Jangan terlalu bangga atas hasil Pemilu 2014. Kepercayaan rakyat ini harus dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Kaderisasi untuk memperbaiki disiplin partai. PDIP akan terus melakukan perbaikan dan menjadikan Partai sbg obor penerang bagi rakyat," ucap Hasto.

Dalam kesempatan itu, Hasto memaparkan lima kesadaran yang harus menjadi perhatian bagi kader PDIP yaitu: membangun kesadaran ideologi, kesadaran organisasi, kesadaran politik, kesadaran menyelesaikan permasalahan rakyat, dan kesadaran terhadap lingkungan.

Hasto secara khusus menekankan pentingnya kader untuk menegakkan disiplin. Bahkan, DPP PDIP sangat tegas dan menjatuhkan sanksi pemecatan bagi kader yang terlibat korupsi dan narkoba.

Di akhir acara, Hasto secara simbolis menyematkan baju partai kepada dua kader. Hasto juga menyerahkan buku mengenai PDIP kepada mereka. [ysa]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya