Berita

Politik

Rakor Bidang Maritim PDIP Bertekad Perjuangkan Kesejahteraan Nelayan

SABTU, 22 OKTOBER 2016 | 18:21 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Sudah lebih dari 60 tahun Indonesia merdeka, tapi mayoritas pemukiman nelayan masih tak layak. Karena itu, DPP PDI Perjuangan komitmen mengawal Pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui program Pembangunan Pemukiman Nelayan Berdasar Gotong Royong.

Demikian disampaikan Ketua DPP PDIP bidang Kemaritiman, Rokhmin Dahuri. Rokhmin, yang seorang anak nelayan, bercerita bagaimana masa lalunya sebagai ‎anak petani nelayan di Cirebon, Jawa Barat. Kata dia, karena rumah nelayan tak memiliki fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), dirinya kerap melakukan aktivitas terkait di laut. Mirisnya, kini setelah dewasa, dirinya berkunjung ke Bagan Siapi-api yang juga sentra kelautan, masih ditemukan fenomena yang dia hadapi saat dirinya masih kecil.

"Saya sedih. Itu masih terjadi. Maka kita harap Pemerintah tak hanya membangun pemukiman di perkotaan. Tapi juga di Pesisir dan Kampung Nelayan," kata Rokhmin dalam Rakorbid II partainya, di DPP PDIP Jalan Diponegoro, Jakarta, Sabtu (22/10).


Kata Rokhmin, bagaimanapun baiknya pendapatan nelayan ketika melaut, ujungnya akan tergerus ketika pemukimannya masih buruk. Misalnya, pemukiman buruk akan menyebabkan sanitasi buruk. Akhirnya, biaya hidup nelayan dan keluarga tetap meningkat karena ada penyakit yang harus diobati.

Dia menekankan PDIP akan mengawal agar pembangunan pemukiman nelayan itu bisa terlaksana sesegera mungkin. "Kami akan mengawalnya," tegas dia, dalan acara yang juga dihadiri Menseskab Pramono Anung, mantan Menteri Lingkungan Hidup Sonny Keraf, dan sejumlah kepala daerah dari PDI Perjuangan.

‎Selain soal pemukiman, Rokhmin mengatakan pihaknya juga akan bekerja bersama Pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga nelayan, dengan minimal berpendapatan Rp 4 juta perbulan. Saat ini, rata-rata pendapatan keluarga nelayan adalah Rp 2,5 juta perbulan. Padahal, berdasarkan data Bank Dunia, seseorang bisa disebut tak miskin bila masing-masing berpendapatan 60 dolar AS perbulan, atau rata-rata  2 dolar AS per hari.

Biasanya, satu keluarga nelayan terdiri dari pasangan ayah-ibu dengan tiga anak. Artinya, ada 5 anggota keluarga dengan total kebutuhan 300 dolar AS perbulan.  Insya Allah, kita berharap minimal bisa Rp 4 juta perbulan. Ini tugas kita PDIP bersama pemerintahan mewujudkan kesejahteraan nelayan yang meningkat," ulasnya.

Di luar itu, Rokhmin menekankan pihaknya juga berkomitmen untuk menyukseskan prinsip Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia yang digagas oleh Presiden Jokowi. Katanya, perwujudannya begitu penting karena Indonesia memang belum mendapat apa-apa dari keuntungan geomaritim yang dimilikinya.

Menseskab Pramono Anung berjanji akan menyampaikan semua keprihatinan dan tantangan yang dicatat oleh kader PDIP kepada Presiden Jokowi. Ditegaskannya, keprihatinan yang dimiliki PDIP juga sama dimiliki oleh sang presiden.

"Saya akan sampaikan kepada Bapak Presiden. Saya bisa pastikan, presiden sedang dan akan terus bekerja keras demi kemakmuran seluruh rakyat Indonesia," kata Pramono. [ysa]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya