Berita

Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati/Net

Politik

Susaningtyas: Indonesia Harus Mewaspadai Dinamika Di Negara Lain

SABTU, 22 OKTOBER 2016 | 08:27 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Banyak hal positif dilakukan pemerintahan Jokowi-JK dalam dua tahun pemerintahan ini yang harus diapresiasi. Sebut saja misalnya pemberantasan pungli dan narkoba, pembenahan infrastruktur dan regulasinya. Namun demikian, tentu saja harus juga ada perbaikan di masa mendatang.

"Untuk isu luar negeri, terkait sentralitas ASEAN yang semakin pudar dalam menghadapi kepentingan-kepentingan negara besar yg dapat mengancam perdamaian di kawasan. Indonesia sebagai non-claimant states di LCS seharusnya bisa memainkan perannya sebagai bridge builders di kawasan dan mendorong sentralitas ASEAN," kata pengamat militer dan intelijen, Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati, kepada Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Sabtu, 22/10).

Hal yang sama, katanya, pernah terjadi dan berhasil diselesaikan dengan shuttle diplomacy oleh Indonesia.


"Kini ditunggu kepiawaian dan kepemimpinan diplomasi Indonesia di kawasan, atau apakah Indonesia hanya mengekor satu kepentingan negara besar tertentu saja? Ini adalah esensi ancaman yang ada di kawasan yg selama ini tidak dilihat secara gambling oleh penyusunan strategi pertahanan Indonesia," sambungnya.

Susaningtyas pun menyoroti isu penanggulangan terorisme. Dalam perspektif teori gerakan sosial, jelasnya, fenomena terorisme tidak bisa dipandang hanya sebatas persoalan ideologis semata, tetapi juga persoalan ketidakseimbangan sosiologis. Ketidakseimbangan semacam ini mewujud dalam bentuk deprivasi sosial, kesenjangan ekonomi, dan represi politik.

Ideologi, lanjutnya, hanya berperan sebagai mass-mobilizing factor untuk memenangkan simpati dan pikiran orang-orang yang menjadi korban dari ketidakseimbangan sosiologis dimaksud. Oleh karena itu, ideologi terorisme sebenarnya tidak lebih dari sekadar efek domino dari munculnya ketidakseimbangan sosiologis tersebut.

"Pemerintah pun harus lakukan pengindraan dan forecasting terhadap hal-hal yg terjadi di sekitar Indonesia seperti mewaspadai dampak mundurnya penetapan Putra Mahkota Vajiralongkorn dalam satu tahun, memikirkan masak-masak positif negatifnya bila Trump atau Hillary yang menang yang berdampak bagi pembangunan sistem pertahanan keamanan Indonesia, serta dampak sikap Filipina yang lebih mengeblok kepada China serta menjauh dari Amerika," demikian Susaningtyas. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya