Berita

Masdar Farid Mas'udi/Net

Politik

Rais Syuriah PBNU: Kekuasaan Harus Hadirkan Keadilan

SABTU, 22 OKTOBER 2016 | 07:41 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Semua kalangan harus menjadikan momentum demokrasi pilkada dalam suasana damai dan penuh dengan keikhlasan. Jangan sampai hanya karena perbedaan politik dalam memilih pemimpin kemudian merusak kebhinekaan. Apalagi, seseorang yang akan menduduki kekuasaan, termasuk dalam hal ini jabatan gubernur sejatinya merupakan kehendak Allah SWT, dimana seseorang maupun pendukungnya hanyalah sebatas berusaha dan berharap.

Demikian disampaikan Rais Syuriah PBNU yang juga Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia, KH. Masdar Farid Mas'udi, saat memberikan tausiah dalam acara Peringatan Hari Santri dan Deklarasi Pilkada DKI Jakarta Damai oleh Relawan Nusantara (RelaNU) dan Nahdliyin Jakarta, di Wisma Antara, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat malam (21/10).

"Sesungguhnya dalam proses perebutan kekuasaan, itu tidak boleh mutlak-mutlakan. Tidak harus yang namanya lawan harus dikalahkan. Karena ada faktor dimana Allah yang menghendaki. Allah yang memiliki kerajaan kekuasaan. Dan Allah berkuasa juga mencabut kekuasaan dari siapapun. Oleh karena itu, ketika ada pilkada, jangan berlebihan, jangan mutlak-mutlakan. Semua boleh berharap jadi, tetapi pada akhirnya akan kembali pada kehendak Allah," kata KH. Masdar.


Lebih baik, kata Masdar, momentum pemilihan ini dijadikan layaknya pertandingan pingpong yang bisa menghibur. Oleh sebab itu, tidak boleh habis-habisan dengan emosinya, apalagi sampai menyulut konflik.

"Sangat mahal kalau itu terjadi hanya karena memperebutkan sesuatu yang sebenarnya kekuasaannya bukan di kita. Jangan terlalu tegang, berusaha boleh, tetapi pasrahkan kepada Allah. Dia yang memberikan kekuasaan pada siapa pun yang dikehendaki," ujarnya.

Dan tentu saja, lanjut tokoh NU ini, kekuasaan sebagaimana diamanahkan dalam Al-Qur'an adalah amanah. Maka dari itu, yang terpenting jika memegang kekuasaan maka harus bisa menghadirkan keadilan dan tidak boleh diskriminatif.

"Sentimen kelompok keyakinan tidak boleh mencederai komitmen kita untuk bertindak adil. Kalau kalah jangan ngamuk. Jangan mengingkari takdir Allah," tukasnya.

Dengan sikap yang seperti itu, lanjut dia, maka siapapun yang menang nanti dan diberikan kekuasaan atas kehendak Allah, yang terpenting adalah bagaimana kekuasaan itu menghadirkan keadilan. [rus]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

Harga Daging Sapi Tembus Rp153 Ribu/Kg, Zulhas Buka Opsi Subsidi APBN-APBD

Selasa, 25 Agustus 2026 | 14:18

LPSK Beri Perlindungan kepada Ferry Hongkiriwang, Saksi Kasus Febrie Adriansyah

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:54

Urusan Gula Konsumsi Aman, Kementan Kini Bidik Target Gula Industri di 2028

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:45

Ahmed al-Sharaa Sambut Keputusan AS Hapus Suriah dari Daftar Sponsor Teror

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:42

Geng Haiti Bantai 40 Pengungsi yang Berlindung di Gereja

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:42

Wajah Baru Jakarta, Wagub Rano Resmikan Jaksinema Pasar Rumput

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:29

BMKG Maksimalkan OMC di Kaltim Sepekan Ini untuk Tangani Karhutla

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:19

Dugaan Setoran Importasi Blueray, KPK Cecar Dua PNS Bea Cukai

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:50

Kasus OTT Unsoed Bisa Saja Terjadi di Kampus Lain

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:46

Perketat Imigrasi, Trump Bersiap Cabut 200 Ribu Visa WNA

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:46

Selengkapnya