. Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia (APLSI) tetap akan memperjuangkan dana penjaminan proyek di proyek 35ribu megawatt sebesar 1 persen, turun dari 10 persen saat ini.
Demikian disampaikan Ketua Harian APLSI, Arthur Simatupang. Menurut Arthur, pihaknya telah meminta kepada pemerintah untuk menurunkan dana jaminan pada proyek kelistrikan 35ribu mw khusus untuk pengusaha lokal. Pasalnya, jaminan yang ditetapkan oleh PT PLN (Persero) sebesar 10 persen dianggap memberatkan pengusaha lokal.
"Pihak PLN pun merespon positif dan berencana akan melakukan pertemuan dengan APLSI," dalam keterangan beberapa saat lalu (Kamis, 13/10).
Hanya saja, dia mengatakan, hingga saat ini, belum ada kesepakatan berapa dana jaminan proyek yang dapat diterima oleh IPP (independent power producer) dan disetujui oleh PLN. Sebab itu, APLSI berencana akan meminta waktu dan membicarakan hal ini dengan PLN.
"Dulu kita sudah usul agar dana penjaminan ini jangan terlalu besar dan memberatkan IPP lokal. Kemudian, ada respon positif, kita inginnya dana penjaminan ini segera diputus yang baru itu berapa," pungkas Arthur.
[ysa]