Berita

Jaya Suprana

Menghargai Ahok Minta Maaf

SENIN, 10 OKTOBER 2016 | 11:31 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

AKHIRNYA, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok minta maaf kepada seluruh umat Islam di Indonesia yang merasa tersinggung dengan ucapannya.

Ahok menafsirkan Surat Al-Maidah ayat 51 saat berkunjung ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu pada 27 september lalu. Ahok mengatakan bahwa dirinya tidak berniat melecehkan ayat suci Al Quran. Karenanya, Ahok menyampaikan permintaan maaf, apabila ada yang merasa tersinggung akibat ucapannya. "Saya sampaikan kepada semua umat Islam, ataupun orang yang merasa tersinggung, saya sampaikan mohon maaf. Tidak ada maksud saya melecehkan agama Islam ataupun Al Quran," demikian pernyataan Ahok di Balaikota, Jakarta Pusat, pagi tadi (Senin, 10/10).

Menghina sama sekali bukan hak asasi manusia. Menghina justru kewajiban asasi manusia untuk senantiasa menghindarinya. Sebaliknya merasa terhina atau tidak terhina merupakan hak asasi manusia yang mendasar. Saya tidak berhak memaksa orang lain untuk merasa tidak terhina akibat ucapan, sikap atau perilaku saya yang sama sekali tidak berniat menghina. Maka apabila orang lain merasa terhina akibat ucapan, sikap atau perilaku saya, meski saya sama sekali tidak berniat menghina adalah lebih kesatria apabila saya meminta maaf atas ucapan, sikap atau perilaku yang telah melukai perasaan orang lain.


Sebagai cantrik Gus Dur yang sedang mencoba mempelajari sikap berani menyatakan yang benar sebagai benar, dan yang tidak benar sebagai tidak benar, saya menghargai sikap kesatria Ahok untuk akhirnya berkenan memohon maaf atas kekeliruan yang telah dilakukannya dalam menafsirkan Surat Al-Maidah ayat 51 saat berkunjung ke Kepulauan Seribu.

Permohonan maaf Ahok merupakan ungkapan kekesatriaan seorang pemimpin yang berani mengaku bersalah dan memohon maaf atas kesalahan dirinya. Memang Ahok tidak berniat menghina namun apabolehbuat tafsir Ahok terhadap Surat Al-Maidah ayat 51 memang telah terbukti melukai sanubari umat Islam di Indonesia.

Di samping memohon maaf seharusnya Ahok juga berterimakasih kepada umat Islam Indonesia yang terbukti meski merasa terhina namun sama sekali tidak melakukan kekerasan. Dengan memohon maaf Ahok memang telah menghormati dan menghargai peradaban tinggi umat Islam Indonesia yang telah terbukti menghindari jalur kekerasan demi menempuh jalur hukum dengan melaporkan ke Bareskrim tentang penghinaan Ahok terhadap kitab suci Al Quran.

Penghormatan dan penghargaan saya sampaikan kepada Djarot Saiful Hidayat, A Agym, Ketua DPR Ade Kamaruddin, Din Syamsuddin, dan para tokoh lainnya serta umat Islam Indonesia yang telah berkenan menegur dan menyarankan Ahok untuk memohon maaf.
Kepada mereka yang tidak setuju Ahok minta maaf, saya mohon agar berkenan menahan diri untuk tidak lebih jauh menjerumuskan Ahok lebih dalam ke dalam jurang kekeliruan yang bukan saja merugikan diri Ahok sendiri namun malah juga menggerogoti sendi-sendi kerukunan antar para umat beragama di Indonesia yang bahkan sudah menjadi suri teladan kerukunan antar umat beragama bagi seluruh negara dan bangsa di planet bumi masa kini.

Apabila para pendukung Ahok memang benar-benar menyayangi Ahok, maka sebaiknya jangan sampai terlalu fundamentalis sehingga secara membabibutatuli selalu membenarkan apa pun yang dilakukan Ahok. Para pendukung Ahok yang benar-benar sayang Ahok wajib senantiasa waspada untuk mencegah jangan sampai Ahok terjurumus melakukan hal yang bisa merugikan diri Ahok sendiri apalagi yang rawan memecah-belah sendi-sendi persatuan dan kesatuan warga Indonesia yang bersukma Bhinneka Tunggal Ika.[***]


Penulis senantiasa mendambakan persatuan-kesatuan bangsa Indonesia


Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Manifesto PRD 1996: Ketika Sekelompok Anak Muda Membuat Penguasa Susah Tidur

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:27

Kanada Minta Warganya Waspadai Wabah Cyclospora sebelum Bepergian ke AS

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:16

BRI Peduli Buka Jalan UMKM Mebel Sukoharjo Tembus Pasar Global

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:10

Ganti Kapolri dan Jaksa Agung Diusulkan Barengan

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:06

Kemnaker Jamin 134 Pegawai PT Amos Terima Pesangon Rp12,7 Miliar

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:03

Purbaya Ungkap Alasan RI Tawarkan Pajak 0 Persen Selama 50 Tahun di PFII

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:47

KPK Sita Toyota Alphard Diduga Hadiah Proyek Bupati Lalu Ahmad Zaini

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:30

Risiko Perang Terbuka AS-Iran Meningkat Gegara Rebutan Selat Hormuz

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:23

KPK Bantah Kabar Penangkapan Gatot Heroe Hernanda

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:17

Fahira Ungkap Lima Tantangan Anak Indonesia dan Solusinya

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:12

Selengkapnya