Berita

Foto: RM

Politik

SURVEI PILKADA DKI

Sylviana: 19 Persen Anugerah Buat Kami

SABTU, 08 OKTOBER 2016 | 20:58 WIB | LAPORAN:

. Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sylviana Murni mengaku tidak mau ambil pusing terhadap survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang menyatakan duet Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni mendapat posisi buncit.

Menurutnya, hasil yang didapat sudah jauh dari perkiraannya. Sebab, ketiga pasangan calon gubernur (Cagub) dan calon wakil gubernur (Cawagub) DKI Jakarta berada di titik awal yang berbeda.

"Hasil survei titik awalnya berbeda. Kita baru mulai. Kami berdua mas Agus sangat mensyukuri. Bayangkan orang mulai dari nol kita mulai dari 19 persen. Itu satu anugerah buat kami," kata Syilviana di Jakarta, Sabtu (8/10).


Lebih lanjut, mantan Walikota Jakarta Pusat ini menilai hasil survei tersebut bukan menjadi patokan untuk mendongkrak perolehan suara dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 mendatang. Sylviana mengaku tim pemenangan memiliki cara tersendiri dalam mendulang suara.

"Yang pasti kita berjuang terus. Satu suara pun sangat berarti bagi kami. Saya tidak membedakan atas bawah, samping kiri, kanan. Insya Allah saya ingin total melayani masyarakat bila nanti terpilih," ujarnya.

Sebelumnya, LSI merilis hasil survei terhadap tiga pasangan Cagub dan Cawagub DKI Jakarta pada Pilkada DKI 2017, Selasa, awal pekan ini. Hasil survei menunjukkan, pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat masih unggul dibanding dua pasang kandidat lainnya.

Untuk pertanyaan, seandainya pilkada digelar saat survei, pasangan Ahok-Djarot berada di posisi pertama mengalahkan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno dan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni. Ahok-Djarot memperoleh 31,4 persen responden, Anies-Sandiaga 21,1 persen, dan Agus-Sylvi 19,3 persen.

Survei LSI dilakukan pada 26-30 September 2016 menggunakan metode multistage random sampling. Jumlah respondennya 440 orang dan survei dilakukan melalui wawancara tatap muka menggunakan kuesioner dengan Margin of error survei itu lebih kurang 4,8 persen. [sam]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya