Berita

Ahok/Net

Politik

Pernyataan Ahok Tentang Al Quran Membahayakan Warga Tionghoa

JUMAT, 07 OKTOBER 2016 | 00:36 WIB | LAPORAN:

Pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di depan jajaran Muspida dan warga Kepulauan Seribu tentang Al Quraan Surah Al Maidah ayat 51 yang katanya membodohi umat Islam sangat disesalkan.

Menurut Koordinator Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak) Lieus Sungkharisma, pernyataan Ahok itu bisa berdampak buruk bagi warga keturunan Tionghoa di Indonesia.  

"Ahok sepertinya sengaja memainkan isu Sara itu untuk memancing reaksi umat Islam agar mereka bertindak di luar batas dan melanggar hukum. Saya berharap umat Islam tidak terpancing. Anggap saja Ahok itu orang tolol yang sedang bernasib baik, itu saja," jelasnya kepada redaksi, Kamis (6/10).


Namun demikian, Lieus sangat khawatir ujaran-ujaran Ahok yang sering mengadu domba dan bermuatan Sara itu, cepat atau lambat akan berdampak pada warga keturunan Tionghoa di Indonesia.

"Bukan mustahil masyarakat yang jengkel akan bersikap pukul rata bahwa semua orang Tionghoa sama seperti Ahok. Dan kalau itu terjadi, siapa yang bisa mencegah peristiwa rasial seperti tahun 1948 di Solo atau 1965 di Medan,  tidak akan terulang lagi," ujarnya.

Seperti diketahui, dalam kunjungannya ke Kepulauan Seribu, di depan jajaran Muspida dan warga, Ahok mengatakan bahwa Al-Qur'an surat Al Maidah ayat 51 sebagai kitab yang membodohi umat Islam.

"Kalau bapak ibu gak bisa pilih saya karena dibohongi dengan Surat Al Maidah 51, macem-macem itu. Kalau bapak ibu merasa gak milih nih karena saya takut neraka, dibodohin gitu, ya gak apa-apa," ujar Ahok.

Video pernyataan itu bahkan sengaja diunggah ke situs Youtube pada Senin (26/9) lalu, dan langsung mendapat reaksi keras netizen. Besarnya reaksi umat Islam itulah yang membuat Lieus mengkhawatirkan isu Sara yang dimainkan Ahok bisa berdampak lebih besar dari apa yang dia bayangkan.

"Bukan hanya warga Jakarta yang bereaksi tapi seluruh umat Islam di Indonesia kini bereaksi keras. Kita bisa baca itu di media sosial. Dan kalau reaksi itu berbuntut pada tindakan fisik siapa yang bisa menjamin keselamatan warga keturunan Tionghoa yang sesungguhnya tidak tau apa-apa," tanya Lieus.

Oleh karena itu, Lieus meminta Ahok untuk segera berhenti main-main dengan isu Sara dan mengeluarkan ujaran-ujaran bodoh dari mulutnya. Sebaliknya, dia juga meminta agar aparat yang berwenang segera mengambil tindakan terhadap kasus ini.

"Ahok itu sudah menimbulkan keresahan dan menistakan agama. Jangan kalau orang kecil yang ngomong langsung ditangkap tapi kalau Ahok dibiarkan saja. Sebab, setahu saya, Ahok bukan baru kali ini melontarkan pernyataan yang bermuatan Sara," beber Lieus.

Lieus juga meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk tidak berdiam diri.

"Sebagai kepala negara, Presiden harus mengingatkan Ahok agar tak terus menerus melontarkan ujaran berbau Sara dan mengandung kebencian," kata Lieus.

Sebab, keadaan saat ini sudah sangat mengkhawatirkan.

"Cepat atau lambat jika dibiarkan hal itu akan memicu timbulnya chaos," tegas Lieus. [wah] 

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya