Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net
"Apresiasi terhadap pemerintah, khususnya Dirjen Pajak Kemenkeu, yang telah bekerja keras mendapatkan dana dari tarif tebusan sebesar Rp 89,1 triliun, dan total Rp 3.450 triliun dari deklarasi serta repatriasi. Tapi, target akhir tahun tarif tebusan adalah sebesar 165 triliun. Jadi, masih ada defisit Rp 75,9 triliun. Ini yang perlu dikejar untuk menutupi shortfall 2016," kata Direktur Eksekutif Centre for Information and Development Studies (CIDES), Rudi Wahyono, dalam keterangan beberapa saat lalu (Senin, 3/10).
Menurut Rudi, rasio pencapaian tarif tebusan tersebut terhadap shortfall 2016 masih cukup jauh. Pemerintah sudah mengantisipasinya melalui penghematan anggaran negara yang dikeluarkan melalui Inpres sebesar 133 triliun. Tapi, penghematan tersebut, Rp 68 triliun di antaranya adalah Dana Alokasi Umum (DAU) yang menjadi haknya daerah. Sehingga, harus ditutupi pada anggaran RAPBN 2017 dengan melihat pencapaian dari Tax Amnesty periode kedua dan ketiga.
Populer
Senin, 02 Maret 2026 | 06:59
Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51
Senin, 23 Februari 2026 | 01:19
Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20
Senin, 02 Maret 2026 | 18:54
Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09
Senin, 23 Februari 2026 | 03:31
UPDATE
Jumat, 06 Maret 2026 | 01:58
Jumat, 06 Maret 2026 | 01:39
Jumat, 06 Maret 2026 | 01:10
Jumat, 06 Maret 2026 | 00:55
Jumat, 06 Maret 2026 | 00:31
Jumat, 06 Maret 2026 | 00:08
Kamis, 05 Maret 2026 | 23:45
Kamis, 05 Maret 2026 | 23:21
Kamis, 05 Maret 2026 | 23:05
Kamis, 05 Maret 2026 | 22:58